Sukses

Lifestyle

Bukan Cuma Louvre, Sambangi Juga 5 Museum Kecil Ini di Paris

ringkasan

  • Museum Louvre merupakan salah satu museum wajib yang harus dikunjungi ketika melancong ke Paris, Perancis.
  • Saking melegendanya, ditambah dengan lukisan Mona Lisa, selalu penuh oleh pengunjung dari seluruh dunia.
  • Selain Louvre, sebenarnya masih banyak museum lain yang menarik. Meski lebih kecil, tetap wajib untuk kamu kunjungi.

 

Fimela.com, Jakarta Hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk terkagum-kagum akan lukisan Mona Lisa yang terkenal di Museum Louvre, Paris, Perancis. Museum yang melegenda ini setiap harinya memang dipenuhi pengunjung, baik turis lokal dan dari luar negeri yang ingi melihat langsung lukisan Mona Lisa. 

Namun, kota paling romantis di dunia ini memiliki begitu banyak museum lainnya yang tidak akan menarik. Seperti Louvre yang menyimpan beragam koleksi karya seni, beberapa museum kecil di Paris pun tak kalah artsy. 

Selain karena koleksi dan keindahan bangunannya, 5 museum kecil di Paris berikut ini juga belum begitu terkenal di kalangan pelancong dari luar Eropa, sehingga tidak terlalu penuh dengan pengunjung. 

Musée Carnavalet

View this post on Instagram

L’ŒUVRE DE LA SEMAINE - Cette grande vue intérieure de Saint-Sulpice, due à l'un des nombreux peintres hollandais qui s'étaient spécialisés dans la représentation d'intérieurs d'église, nous montre l'édifice achevé suivant le programme architectural initialement prévu. Mais la construction s'étant étendue sur tout le XVIIIe siècle, les parties hautes ont été réalisées différemment, sans notamment la grande coupole représentée ici à la croisée du transept. - Daniel de Blieck, "Vue intérieure de l'église Saint-Sulpice", 1661 Peinture Collection du musée Carnavalet - Histoire de Paris © Musée Carnavalet / Roger-Viollet - #museecarnavalet #histoiredeparis #carnavalet #paris #peinture #painting #parisart #architecture #saintsulpice #instamuseum #parismusees

A post shared by Musée Carnavalet (@museecarnavalet) on

Di museum kecil ini kamu bisa melihat langsung sebuah kursi di mana Volatire wafat. Koleksi Musée Carnavalet, yang merupakan museum pertama di Paris ini mendokumentasikan sejarah kota dengan cara yang sangat eklektik dan eksentrik mengenai Paris. Mulai dari benda sehari-hari yang dulu digunakan masyarakat Paris hingga ruang tinta Jean-Jacques Rousseau. 

Pagoda Paris

Ketika menyusuri jalan-jalan cantik di Paris, jangan lupa untuk mengunjungi Pagoda Paris. Pagoda dengan 6 lantai yang diapit apartemen Haussmann ini dahulu merupakan rumah Ching Tsai Loo, seorang kolektor astefak dan karya seni dari Asia. Tahun 1925, pagoda ini dijadikan museum yang menyimpan koleksi asli Loo. 

Musée Nissim de Camondo

Tidak jauh dari Pagoda Paris, kamu bisa menemukan Musée Nissim de Camondo, yang merupakan time capsule dari kehidupan Belle Époque Paris. Bangunan megah ini dulu dimiliki oleh sorang banker kaya raya, Moïse de Camondo, yang dipenuhi furnitur mewah abad-18. Di sini kamu bisa melihat Sèvres porcelain yang langka, juga Savonniere carpets. 

Maison La Roche

Museum ini bukan hanya melegenda, tetapi juga menjadi Mekah bagi setiap pecinta seni arsitektur dari seluruh dunia. Terutama bagi para penggemar Le Corbusier, yang mendesain sederet rumah di tahun 1923 serta Maison Jeannaret. 

Kini, bangunan ini menjadi rumah bagi Fondation Le Corbusier yang memiliki 8.000 gambar asli, rencana, dan lukisan oleh para arsitek dunia, beserta furnitur asli yang sudah ada di gedung tersebut. 

Musée Zadkine

Terakhir, ada Musée Zadkine yang dulunya merupakan rumah dari sculptor asal Rusia, Ossip Zadkine. Kini, rumahnya dijadikan museum yang penuh dengan karya-karya Zakine. Selain itu, museum ini sangat dekat dari  Jardin de Luxembourg.

#Growfearless with FIMELA

Loading