Sukses

Lifestyle

Art Moments Jakarta 2020 Siap Picu Kontroversi dan Rangkul Toleransi

Fimela.com, Jakarta Art Moments Jakarta (AMJ) 2019 memang baru berlangsung Mei lalu, namun ancang-ancang untuk perhelatan AMJ 2020 sudah dipersiapkan. Apalagi melihat antuasiame pameran debutan AMJ yang mengumpulkan 10.000 pengunjung, tentunya ekspektasi menjadi lebih masif dan inklusif.

Berbicara tentang inklusif, Art Moments Jakarta 2020 yang akan kembali digelar di Grand Ballroom Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel dan GC Hall Gandaria City Mall, 17-19 April 2020 ini bercita-cita mengemasnya sebagai art fair Jakarta untuk lebih banyak menjaring pengunjung.

Selain itu, Art Moments Jakarta 2020 juga mengambil langkah berani untuk mendobrak tradisi. Jika idealnya sebuah art fair berkiblat pada Eropa seperti Basel, Art Moment Jakarta ingin kembali ke tradisi lokal terutama karya seni dari Bali sebagai konten utama.

"Ini kontroversial karena tidak sesuai dengan kiblat Eropa. Karena pemahaman sebuah art fair yang baik adalah sarat karya kontemporer dan hal tersebut begitu prinsipiel," ujar Pendiri dan Direktur Pameran Art Moments Jakarta Leo Silitonga, di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Rabu (10/7).

Pemikiran untuk memasukkan karya seni tradisional Bali di art fair sudah dalam proses penjajakan kerja sama dengan para seniman di Pulau Dewata. Tentunya karya seni tradisional yang terpilih memiliki unsur kontemporer dan modern.

 
 
 
View this post on Instagram

Art Moments Jakarta #artfair #jakarta #contemporaryart #modernart #indonesianart #whatsonjakarta #artmomentsjakarta

A post shared by Art Moments Jakarta (@artmomentsjakarta) on

Karya seni modern vs kontemporer

Langkah selanjutnya untuk membuat Art Moments Jakarta tak hanya dinikmati segelintir orang saja (eksklusif) adalah menyediakan tour dengan pemandu. Para pemandu membantu pengunjung untuk memahami dan mengapresiasi beragam karya seni, terutama kontemporer.

Selain itu, para pemandu diharapkan bisa memperkenalkan para pecinta seni modern dengan berbagai karya seni kontemporer. Hal tersebut diharapkan memancing para calon pembeli dari kalangan pecinta karya seni modern dan membuka kesempatan bagi para penikmat seni untuk bisa memiliki karya seni kontemporer.

"Karena harga karya seni kontemporer biasanya lebih affordable ketimbang karya dari para old master (dalam seni modern). Namun karya para seniman terbaik para old master juga akan dihadirkan. Intinya lebih banyak variasi dari karya modern vs kontemporer," lanjut Leo.

Jika AMJ 2019 menampung karya dari 35 galeri, tahun depan diprediksi akan menghadirkan 50 galeri dan 1.000 karya seni lainnya. Beberapa negara yang akan berpartisipasi di antaranya Singapura, China, Malaysia, Vietnam, Filipina, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Hong Kong, Korea Selatan, Australia, Taiwan, dan Prancis.

 

Karya Seni Merangkul Toleransi

Isu toleransi yang sedang ramai di negara kita ini juga diangkat dalam proyek pameran bertemakan Spirituality in Art. Art Moments Jakarta pun mengundang galeri-galeri yang karyanya bertema spiritualitas untuk membuka pikiran dan memahami perbedaan.

Proyek pameran ini terwujud setelah program diskusi seni tentang Seni Rupa Islam dari pameran sebelumnya. Art Moments Jakarta 2020 ingin merangkul toleransi lewat keindahan karya seni.

"Semua tahu agama mayoritas di Indonesia adalah Islam yang belakangan dicap buruk lewat berita yang tidak benar. Lewat karya seni, kami mengajak para seniman untuk menyajikan keindahan untuk menciptakan perdamaian, cinta, dan toleransi," tutup Leo.

Selain itu, dalam rangka memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2020, Art Moments Jakarta juga menampilkan karya seni rupa kontemporer terbaik yang dimiliki seniman Indonesia yang bersanding sejajar dengan para seniman terbaik Internasional dari galeri-galeri top di kawasan Asia.

#GrowFearless with FIMELA 

Loading