Sukses

Lifestyle

Fakta Gula Tersembunyi di Minuman Favorit Bubble Tea

Fimela.com, Jakarta Salah satu minuman yang banyak digemari akhir-akhir ini adalah bubble tea. Minuman manis yang berasal dari Taiwan ini memang banyak digemari. Bubble tea atau boba tea ini berasal dari racikan teh manis yang dicampur dengan tapioka hitam. Teksturnya yang kenyal memang disukai banyak orang. Tidak heran minuman ini pun sangat populer di Indonesia.

Racikan teh yang dicampur dengan susu, sirup manis, creamer dan aneka gula menjadikan bubble tea menjadi minuman manis yang tak pernah membosankan. Tapi, tahukah Sahabat Fimela jika bubble tea menyimpan 'gula' lain yang bisa jadi berbahaya bagi kesehatanmu.

Seperti yang dilansir dari channelnewsasia.com (14/1) bubble tea lebih manis dibandingkan soda. Dalam percobaan yang dilakukan oleh Channel NewsAsia, secangkir 500 ml susu gula merah dapat mengandung sekitar 92 g gula, sekitar tiga kali lebih banyak dari jumlah gula dalam kaleng minuman cola 320ml.

Bayangkan saat Sahabat Fimela meminum satu kemasan bubble tea berapa asupan gula yang dikonsumsi? Sementara itu asupan gula maksimum sehari hanya 50 gram. Jumlah gula pada bubble tea ini melebihi kebutuhan harian gulamu.

Bubble Tea Minuman Kekinian yang Berbahaya untuk Kesehatan

Selain kandungan gulanya yang tinggi, bubble tea ini memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang mendorong tingginya kadar kolesterol jahat dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Bubble tea memang sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari. Jika memang ingin minum bubble tea, usahakan untuk meminta gula yang sedikit atau setengah takaran saja.

Well, semoga informasi ini bermanfaat ya.

#GrowFearless with FIMELA

Loading