Sukses

Lifestyle

Cinta Sejati Datang Tepat Waktu, Lika-liku Proses Menikah dengan WNA

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Serli Marisa - Jakarta

Lama waktu berpacaran tidak menjamin suatu hubungan ke jenjang pernikahan. Flashback ke hubungan saya tiga tahun lalu. Bukan masalah belum move on saya ingin berbagi cerita agar wanita-wanita yang pernah mengalami seperti apa yang saya alami bisa semangat dan termotivasi.

Saya berpacaran dengan mantan saya selama empat tahun. Selama empat tahun cuma dua tahun bahagia dan dua tahun ke belakang sering salah paham. Hingga puncaknya hubungan kami berakhir karena dia memilih wanita yang lain. Setelah hubungan berakhir saya hilang kepercayaan kepada laki-laki so saya belum mau jatuh cinta lagi dalam waktu dekat. Saya berusaha menyibukkan diri dengan bekerja dan fokus berkarier hingga usia saya 28 dan saya mulai menyadari teman-teman seusia saya telah menikah dan saya mulai memikirkan tentang jodoh.

Setiap doa yang saya panjatkan salah satunya adalah Jodoh, dan kriteria jodoh saya terlalu banyak tapi salah satunya adalah harus punya sifat dan sikap seperti ayah saya karena ayah adalah panutan saya karena dia adalah bapak dan suami yang baik. Terkadang wanita diberi ujian berat sebelum ketemu jodoh.

Singkat cerita tanggal 23 September 2018 saya berkenalan dengan seorang pria bule berkenegaraan Amerika (USA ). Dari perkenalan online kami intens komunikasi tiap via telepon dan Skype saling mengenal satu sama lain. Enam bulan kemudian dari kami berkenalan melalui online dia memutuskan untuk mengunjungi saya ke Indonesia pada tanggal 28 Februari 2019. Cinta memang tak pernah datang terlambat. Jodoh pun akan datang di saat yang paling tepat. Semua ujian soal kehilangan, perpisahan, dan luka memang harus dihadapi dan diatasi. Dari situ nanti semua kemudahan baru bisa kita dapat.

 

Bertunangan

Soekarno–Hatta International Airport, tanggal 1 Maret pukul 01.00 kami bertemu untuk pertama kali, menghabiskan waktu 1 minggu di Jakarta, kemudian kami terbang ke Kupang Nusa Tenggara Timur karena pacar saya ingi bertemu orangtua saya. Tiba di Kupang pacar saya berkenalan dengan orangtua saya, tetangga dan saudara-saudara saya. Semuanya senang dengan pacar saya karena orangnya memang baik.

Pada tanggal 6 Maret 2019 dia melamar saya di hadapan keluarga saya dan meminta izin untuk menjadi pendamping saya, menjaga dan mencintai saya. Wow, hal yang saya tidak pernah bayangkan ini akan terjadi di umur saya yang ke-28 tahun. Ini adalah suatu momen yang paling bahagia dalam hidup saya, ada laki-laki gentle yang melamar saya di depan keluarga saya. Orangtua saya menyetujui dan mulai saat itu kami mulai melengkapi dokumen untuk mengurus semua yang berkaitan dengan K1 Visa/Visa Tunangan karena pacar saya WNA.

Tanggal 12 Maret 2019 tunangan saya kembali ke Amerika. Dan tunangan saya langsung mengurus berkas kami untuk pengajuan K1 Visa/Visa Tunangan. Tiga bulan dari berkas di kirim ke embassy di tempat tunangan, kami baru mendapakatkan NOAH 1 (tanda dokumen sudah di terima) di tanggal 24 Juni 2019. Penantian yang sangat panjang dengan penuh harapan ya teman-teman. Kami senang setidaknya dokumen kami sudah diterima artinya sudah ada proses namun ternyata ada yang kurang mereka minta additional dokume lain dari tunangan saya. Setelah menunggu lama sampai ke NOAH 1 namun ternyata ada kendala lagi tambahan dokumen yang diminta. Tunangan saya tetap berusaha melengkapi dokumen yang diminta walaupun dia sangat sibuk kerja dan hampir tidak ada waktu, sambil dibantu calon mama mertua saya yang baik hatinya.

Menuju Pernikahan

Terima kasih Mama Doris, mama mertua saya memang dari awal saya dikenalkan dengan beliau kami langsung akrab mengobrol by phone atau video call walaupun belum bertemu tapi saya bisa merasakan kebaikan hati mama mertua saya. Saya bersyukur Tuhan kasih saya calon mama mertua sebaik dia, semua keluarga inti dan teman dekat tunangan saya sudah saya kenal lewat video call. Ini sangat penting teman-teman jika laki-laki yang serius sama kita akan memperkenalkan orang-orang terdekat dalam hidupnya. Karena atas bantuan calon mama mertua maka dokumen tambahan dilengkapi dalam waktu yang cepat dan sudah dikirim lagi ke embassy lagi tanggal 15 Juli 2019. Saat ini kami tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya.

Dari semua kejadian yang saya alami saya ambil positifnya setiap apa yang kita mau dapat kita harus bayar harga, ada harga yang harus di bayar, dan tidak selalu membayar dengan uang tapi dengan kesabaran dan rasa syukur yang tak henti kepada Sang Kuasa. Kami berdoa dan berharap visa kami cepat prosesnya dan kami segera menikah di hari ulang tahun saya 11 September 2019 karena selain tunangan saya ingin itu sebagai hadia ulang tahun saya.

Tanggal 11 September juga hari bersejarah untuk USA dan kata dia jika visa cepat diproses dan approved dan kami menikah di tanggal tersebut hari itu akan menjadi hari dan tanggal yang tidak akan pernah dia lupakah seumur hidup. Doakan kami ya sahabat pembaca agar proses K1 Visa kami berjalan lancar dan kami segera menikah sesuai doa dan harapan kami.

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri