Sukses

Lifestyle

Di Balik Resepsi Pernikahan, Ada Persiapan Panjang Mengatur Keuangan

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Ekariesthi - Jakarta

Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih karena diberikan kesempatan untuk menulis masalah pernikahan saya.

Saat ini saya sedang mengalami masalah tersebut. Untuk itu bagi para pembaca saya mohon untuk menyikapinya dengan santai dan tidak serius karena kita di sini berbagi pengalaman. Apalagi ini menyangkut hari spesial yang hanya dilakukan hanya sehari seumur hidup yang dibilang orang bisa menghabiskan biaya yang lumayan bikin hati sedih.

Waktu pertama kali diajak untuk serius dalam berpacaran dalam arti berhubungan serius untuk ke jenjang berikutnya, yang ada dipikiran saya adalah, "Oke kita mulai menabung detik ini." Waktu itu kejadiannya di tahun 2018 awal waktu calon kakak ipar saya menikah, kami memutuskan untuk menikah di akhir November 2019 ini dengan harapan semua masalah keuangan dapat baik-baik saja dan tidak terjadi kendala apapun.

Sampai akhirnya saya di PHK oleh sebuah perusahaan. Di situ keuangan saya mulai agak sedikit goyah dan akhirnya dibantu oleh calon laki-laki yang nantinya menjadi pendamping hidup saya. Sampai akhirnya selang beberapa hari setelah saya di PHK saya pun mendapat pekerjaan baru dalam waktu 3 hari di perusahaan yang lebih memadai pendapatannya. Dan kembali fokus untuk mengumpulkan uang kembali.

Setelah beberapa bulan berselang, calon suami saya mendapatkan masalah. Perusahaan yang mempekerjakan dia bangkrut. Akhirnya dia sempat menganggur sekitar 3 bulan dan tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Sampai di bulan ketiga akhirnya dia bekerja kembali akan tetapi gaji tidak sesuai dan kami memutuskan untuk berhenti sejenak, mencari jalan keluar untuk mengumpulkan uang pernikahan kami.

Tapi keadaan menjadi semakin sulit karena posisi saat itu adalah calon saya masih mencicil motornya. Untuk tabungan nikah itu tidak cuku dan masalah semakin banyak salah satunya pada saat itu kami memelihara seekor mahluk hidup berkaki empat yang kami pikir baik-baik saja, akan tetapi harus dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan saat itu kondisi keuangan saya sedang buruk untungnya masih ada sisa tabungan pernikahan yang tersisa dan mau tidak mau akhirnya saya memakai dana tabungan itu untuk mengobatinya sampai sembuh.

 

Menikah Tahun 2020

Setelah keadaan mulai baik, saya pun mencoba untuk bangkit kembali dengan sisa-sisa kemampuan saya dan calon suami. Akan tetapi memang benar kata orang kalau mau menikah pasti banyak tantangannya dan kalau dipikir itu semua benar adanya. Akhirnya masalah berikutnya muncul yaitu keinginan untuk membeli rumah untuk kami berdua tinggal. Dan saya pun diberi pilihan oleh sang calon suami, mau pilih jalan mana dulu? Beli rumah dulu atau menikah dengan uang yang pas? Saya bilang, "Kita coba keduanya."

Setelah selang lebih dari 6 bulan akhirnya kami pun memutuskan untuk membeli rumah dengan cicilan yang memadai sesuai dengan kondisi keuangan kami sembari menunggu persetujuan bank. Akhirnya kami mengadakan pertemuan keluarga inti, tapi bukan untuk lamaran, melainkan untuk mengajukan lamaran tapi bukan lamaran hanya ingin mengungkapkan niat menikah di akhir November 2019.

Setelah pertemuan kedua keluarga diadakan, beberapa bulan kemudian pengajuan cicilan rumah kami disetujui oleh bank, dan kami pun mulai sedikit berargumen mengenai pembagian keuangan. Lagi-lagi tidak berhasil jika dijalankan tahun 2019. Karena biaya yang dikeluarkan juga sudah sangat banyak untuk rumah baru, akhirnya kami berdua memutuskan untuk menunda pernikahan kami dan memutuskan untuk menikah di tahun 2020.

Saat ini kami sedang berjuang untuk bekerja dan mencari uang untuk memulai cicilan pernikahan kami. Pertama yang kami urus adalah Bridal, yang kami habiskan sekitar Rp10 juta lebih. Di sini kami berjuang sampai dua bulan terakhir pada September 2019. Dan kami mulai lagi berargumen mengenai dekorasi gereja, dekorasi tempat resepsi, dan yang paling penting adalah katering.

Semoga Lancar Sampai Hari H

Katering adalah hal pertama yang paling penting di antara dekorasi. Urusan katering itu sangat sensitif, apalagi kalau tamu sudah berkomentar jelek, itu akan menjadi suatu hal yang memalukan. Pada saat itu kami mencari katering yang lengkap dengan gedungnya, akan tetapi harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan budget kami yang keinginannya sederhana dan tidak perlu mewah.

Pertama yang kami kunjungi adalah salah satu gedung di daerah Jakarta Selatan dekat Pom Bensin M.T. Haryono. Kapasitas untuk gedung kalau bisa dibilang itu sangat besar bisa lebih dari 1.000 orang. Tapi budget kami tidak sesuai karena kami memakai tema modern. Akhirnya sampai pada beberapa bulan yang lalu tepatnya pada bulan Maret 2019 kakak ipar saya mengatakan ada gedung yang dapat dipakai buat nikahan, karena sekarang kan rata-rata ingin memakai tema rustic atau di taman-taman seperti itu.

Akhirnya kakak ipar saya survei ke sana bersama calon suami saya, dan dia sangat tertarik serta harga yang ditawarkan lumayan murah di sana sudah ada 5 kamar tidur yang tersedia pula, dan sudah include dengan pemakaian vilanya. Akhirnya kami memilih untuk mengadakan acara resepsi kami di sana. Setelah itu kami berpikir lagi untuk mencari katering pertama kami mencari paket dekorasi yang include dengan katering, tapi kami bandingkan dengan harga kemampuan kami tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya calon ibu mertua saya memberikan kami informasi, kalau beliau memiliki teman yang usaha di bidang katering dengan harga yang sangat terjangkau.

Kami berdua pun tertarik dan langsung ingin ikut test food jika beliau ada event pernikahan. Tapi ada saja kendalanya seperti lupa hari, salah tanggal, ataupun jadwalnya tidak sesuai dengan jadwal aktivitas kami. Sampai akhirnya di tanggal 7 juli 2019 Tuhan membukakan jalan untuk kami ikut test food teman calon ibu mertua saya di daerah Bekasi.

Pada saat kami menuju kesana, walaupun pernikahan yang diadakan pada saat itu adalah di rumah dengan tenda dan dekorasi ala rumahan, itu sangat menarik dan bagus juga dekorasinya. Tibalah saatnya kami mencicipi hidangan yang ada di sana dan sekali gigit, benar makanannya lumayan enak. Rasanya pas dan yang punya katering juga asyik orangnya. Akhirnya kami pun memutuskan untuk memakai katering tersebut dengan budget sekita Rp60 juta lebih sudah include dengan dekorasi dan photo video. Dan saat ini kami sedang mengumpulkan keuangan kami agar dapat menikah di tahun 2020.

Demikian masalah-masalah yang ada pada pernikahan saya dan calon suami yang saat ini kami rasakan. Mohon doanya semoga pernikahan kami di tahun 2020 dapat berjalan dengan lancer tanpa ada kendala.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Pernikahan Itu Meniti Masa Depan Hingga Ajal Menjemput
Artikel Selanjutnya
Tak Kenal Lelah untuk Berjuang Bersama, Itu Esensi Penting dalam Pernikahan