Sukses

Lifestyle

Berhati-hatilah dalam Memilih Perias Pengantin, Jangan Sampai Tertipu Seperti Ini

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Linda Puspa Sari - Jakarta Timur

Menikah adalah impian semua orang, terlebih bagi saya sang pejuang long distance relationship, pastinya momen bahagia itu sangat saya nantikan. Saya bertunangan sejak February 2019 dan akan menikah bulan Agustus 2019, berbagai persiapan menikah sudah kami persiapkan dengan matang. Namun ada momen yang hampir saja membuat saya akan merasakan kekecewaan untuk seumur hidup saya. Berikut ini adalah kisah nyata saya pribadi dalam persiapan pernikahan.

Sejak jauh-jauh hari saya sudah memilih-milih MUA yang bagus untuk pernikahan saya, ada dari berbagai referensi dari teman, keluarga, dan dari media sosial. Dan kali ini saya memilih MUA dari media sosial karena menurut saya sudah yang paling bagus di antara yang lain karena paket yang ditawarkan lumayan lengkap yang meliputi tata rias, gaun, dekorasi pelaminan, henna, dan ada bonus prewedding bagi yang mem-booking lebih cepat. Akhirnya bulan April 2019 saya mem-booking MUA tersebut dengan pembayaran DP juga.

Pada awal Juli 2019 lalu saya dan calon suami saya melakukan foto prewedding indoor. Namun saya terkejut dengan hasil make up yang tidak sesuai dengan foto-foto hasil make up yang dikirimkannya kepada saya dan tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan di media sosial si MUA tersebut. Saya sangat kecewa. Double kecewa saat pihak keluarga melihat hasil make-up-nya, dan menyalahkan saya karena saya tidak memilih saran dari keluarga dan tetap bersikeras pada pilihan saya sendiri.

 

Mencari MUA dari Media Sosial

Saya hampir putus asa, apa yang harus saya lakukan pada saat itu, karena saya tidak bisa ambil keputusan antara membatalkannya dengan mencari MUA lain. Karena saya masih ada rasa tidak enak jika saya membatalkan pesanan saya terhadap si MUA tersebut karena waktunya sudah hampir dekat dan saya takut tidak bisa menemukan MUA lain yang jadwalnya masih kosong untuk acara resepsi pernikahan saya. Akhirnya saya berpikir untuk belajar make up wedding dan meminta bantuan teman-teman saya untuk mengambil alih untuk hal make-up-nya saja. Namun, mereka tidak bisa ambil alih kalau hanya untuk make upnya saja.

Beberapa hari kemudian, saya menceritakan hal ini kepada teman saya mengenai masalah saya, dan menunjukkan foto-fot hasil make up prewedding saya dengan apa yang dia kirim ke saya foto-foto hasil make up nya. Dan ternyata foto-foto yang dia kirim adalah foto hasil make up orang lain yang dia ambil fotonya dan diunggah langsung di media sosialnya tanpa ada keterangan asli dari mana foto hasil make up itu sebenarnya.

Saya pun baru sadar dan sangat terkejut. Akhirnya saya cerita kepada calon suami saya dan calon suami saya meminta saya untuk membatalkan si MUA tersebut dan mencari MUA lain, akhirnya saya pun menurut dan akhirnya saya mendapatkan MUA yang hasil make upnya bagus dan jadwal yang tersedia untuk acara pernikahan saya dan memang foto-foto yang dipromosikan di media sosialnya adalah asli karena ada beberapa teman-teman saya dan keluarga yang pernah pakai jasa MUA nya.

Saya langsung kontak MUA yang sebelumnya, awalnya dia tidak bisa membatalkannya, setelah saya meneleponnya beberapa kali, akhirnya dia pun menerima pembatalannya. Berikut adalah foto dan hasil percakapan saya dengan MUA yang sebelumnya seperti di bawah ini. Saya ada dalam foto yang berbaju merah.

 

 

Pesan dari saya, semoga para calon pengantin lebih hati-hati dalam memilih MUA, jangan tergiur oleh promosi apalagi yang tidak dikenal sama sekali. Pilihlah yang sudah terbukti nyata hasil make-up-nya.

Demikian kisah nyata saya dalam persiapan pernikahan saya, semoga bisa bermanfaat bagi semua yang membaca.Terima kasih.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri