Sukses

Lifestyle

Menjadi Istri Kedua adalah Pilihanku, Aku Tidak Tuli dan Hatiku Bukan Batu

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: I - Lampung

Setiap wanita pasti memiliki bayangan akan pernikahan impiannya masing-masing. Begitu pula aku. Dalam anganku, pernikahanku nantinya sederhana saja. Mengundang beberapa teman dekat dan keluarga besar, diadakan di sebuah taman atau kebun. Garden Party adalah tema pernikahan impianku. Gaun sederhana dengan mahkota yang terbuat dari rangkaian bunga pasti akan sangat cocok menjadi baju pernikahanku.

Tapi harapan seringkali berbeda jauh dengan kenyataan. Pernikahan impianku benar-benar hanya menjadi impian. Keadaan tidak mengizinkanku untuk mewujudkannya. Aku tidak memilih pasangan yang salah. Aku sangat mencintainya, begitu pula sebaliknya. Namun, cara yang aku pilih mungkin salah. Tapi mereka bilang, cinta tidak pernah salah kan?

 

Menjadi Istri Kedua

Pernikahan membuatku menjadi istri kedua dari seorang laki-laki. Takut? Cemas? Tentu saja. Meski aku coba mengabaikan kata-kata orang lain, tapi aku tidak tuli dan hatiku bukan batu. Pelakor lah, ini lah, itu lah, sudah cukup banyak makian kudengar, tapi aku mencoba untuk baik-baik saja.

Pernikahanku tidak dilaksanakan di sebuah taman atau kebun. Aku tidak memakai mahkota dari rangkaian bunga. Aku hanya bisa mengundang sedikit sekali teman dan sanak saudara. Tapi pada akhirnya aku sadar bahwa ini jalan yang aku pilih dan aku harus menerima konsekuensinya. Pernikahan impianku memang tidak akan pernah terlaksana. Namun aku sadar itu sama sekali bukan suatu alasan untuk tidak merasa bahagia.

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
My Self-Love Matters: Berbagi Cerita untuk Mencintai Diri