Sukses

Lifestyle

Bangkitkan Kembali Keindahan Seni Indonesia Lewat Kalā dan Rasā

Fimela.com, Jakarta Merayakan hari ulang tahunnya ke-57 Hotel Indonesi, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta menggelar sebuah rangkaian acara bertajuk Kalā  - Capturing Indonesian Artistry yang digelar mulai Senin (5/8) hingga Selasa, 20 Agustus 2019. Kalā sebenarnya merupakan sebuah kelanjutan rangkaian acara pada Agustus 2018 lalu yang bertajuk Welcoming Back Asian Games & The Glory of Palembang. 

Dalam bahasa Sansekerta, Kalā berarti seni pertunjukkan (performing arts). Ternyata, Director of Marketing Comminications Hotel Indonesia Kempinski Jakarta mengatakan, Kalā memiliki puluhan bentuk. Termasuk desain karya adi busana, masakan, dan lain sebagainya. Untuk itu, jelasnya, rangkaian acara ini juga menghadirkan Rasā - Sajian Hidangan Cita Rasa Otentik dan Tradisional. Juga, pada hari terakhir, juga akan ada Pagelaran Busana dari perancang berbakat, SaptoDjojokartiko. 

 

Rangkaian acara Kalā akan menampilkan Pertunjukkan Wayang yang diperuntukkan kepada para tamu undangan, serta Pameran Museum dan Tur Sejarah Hotel & Museum. Pameran megah di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta ini terletak pada lobby utama hotel dan menampilkan koleksi dari Museum Wayang, Museum Tekstil, serta Museum Seni Rupa dan keramik. 

Pameran yang juga diadakan di restoran Signatures Nirwana ini diadakan setiap hari, mulai tanggal 5-20 Agustus 2019. Sementara Rasā bukan hanya sekadar sajian hidangan khas Indonesia, tetapi juga merupakan salah satu upaya mempromosikan makanan khas Jawa. 

Dukung Perkembangan Museum di Jakarta

Dalam penyelenggaraannya, Kalā dijembatani Yayasan Mitra Museum Jakarta yang pertama kali didirikan tahun 2016 untuk mendukung perkembangan museum di Ibu Kota. Menurut Ketua Yayasan Mitra Museum Jakarta Catharina Widjaja, pihaknya merasa senang dapat menjembatani antara Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dengan museum-museum di Jakarta untuk mewujudkan Kalā. 

"Kami menyambut baik kerja sama dengan Hotel Indonesia Kempinski dalam menyelenggarakan acara yang kami harapkan dapat menjadi sebuah tempat edukasi dan sebuah representasi sebagian kecil dari berbagai macam warisan koleksi dan budaya dari museum-museum di Jakarta," ungkapnya. 

Selain itu, juga akan hadir para seniman kota Solo, Jawa Tengah, Wayang Suket Indonesia dari Natya Vidya. Seperti yang telah disebutkan di atas,pertunjukkan wayang tradisional dengan sentuhan kontemporer ini akan dipentaskan di Ramayana Terrace. 

Tur Sejarah Hotel dan Museum

Para pengunjung dan peserta Tur Sejarah Hotel dan Museum yang diadakan mulai 6-20 Agustus 2019 pun akan memasuki lorong waktu kembali ke masa 1962, ketika Hotel Indonesia pertama kali diresmikan Presiden Indonesia yang pertama Ir. Soekarno. Jika Tur Hotel merupakan program tetap Hotel Indonesia Kempinski, Tur Museum hanya berlangsung selama event ini saja. 

Sementara itu, calon peserta tur-tur ini harus mendaftar di Hotel Indonesia Kempinski sehari sebelumnya. Nanti, para peserta akan langsung diantar berkeliling museum menggunakan mobil yang sudah disediakan. 

Sahabat Fimela dapat mengikuti kedua tur ini dengan membayar Rp250/orang sudah termasuk makan siang dengan menu Bubur Ayam HI. Tur Museum hanya diadakan sekali dalam sehari pukul 11 siang, kecuali hari senin karena semua Museum tutup. Tur akan membawa maksimal 7 orang untuk berkeliling museum. 

#Growfearless with FIMELA

Loading