Sukses

Lifestyle

Jadi Jomblo Bukan Berarti Tak Bahagia, Ini Kata Penelitian

Fimela.com, Jakarta Kebahagiaan yang dimiliki seseorang semata-mata tak hanya ditentukan oleh status kisah cintanya. Baik mereka yang sudah memiliki cinta sejati dan berpasangan atau yang masih single atau jomblo sama-sama bisa bahagia. Kebahagiaan keduanya bahkan bisa sama besar antara satu dan lainnya.

Jika selama ini banyak meme atau bullyan yang ditujukan pada jomblo karena dianggap tidak bahagia, hal ini adalah salah besar Sahabat Fimela. Melansir dari laman vice.com, orang-orang dengan status jomblo bahkan bisa merasa lebih bahagia dari mereka yang sudah berpasangan. Ini semua tergantung pada pola pikir dan cara bersikap masing-masing orang.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di University at Buffalo, New York, Amerika Serikat menemukan jika para jomblo sangat memungkinkan memiliki fisik dan psikis yang lebih sehat. Jomblo yang senantiasa bisa menerima apa adanya dirinya akan lebih tenang, bahagia dan nyaman dengan kehidupannya.

Alasan yang Membuat Jomblo Lebih Bahagia

Dalam buku yang berjudul In Happy Singlehood: The Rising Acceptance and Celebration of Solo Living oleh Elyakim Kislev, seorang sosiolog di Hebrew University menyebutkan jika seorang yang single atau jomblo punya lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri. Inilah yang kemudian membuatnya lebih bisa memahami dirinya sendiri.

Lewat status jomblonya, seseorang bisa memanjakan dirinya dengan lebih baik. Ia punya lebih banyak waktu berkumpul bersama keluarga tercinta, menekuni hobinya dan meniti karirnya dengan lebih baik. Inilah yang kemudian membuatnya lebih bisa merasa bahagia dan nyaman dengan dunianya.

Para jomblo juga punya kesempatan untuk mengenal banyak orang dengan lebih baik sehingga sangat memungkinkan baginya menemukan pasangan terbaiknya suatu saat nanti. Meski dalam penelitian ini jomblo dikatakan bahagia, para ahli tidak menampik jika kehidupan seseorang bisa saja lebih bahagia setelah mereka memiliki pasangan.

Masih jomblo atau sudah memiliki pasangan, keduanya sama-sama bisa memberikan kebahagiaan. Bahagia atau tidaknya seseorang, itu tergantung pada orang itu sendiri. Setiap orang pada dasarnya memiliki cara masing-masing untuk menikmati hari-harinya dan menciptakan kebahagiaan dalam hidupnya.

#GrowFearless with FIMELA

;
Loading