Sukses

Lifestyle

Manfaat Humidifier untuk Kesehatan Kulit dan Tubuh Menurut Ahli

Fimela.com, Jakarta Di musim kemarau seperti sekarang ini, berdiam diri di ruangan ber-AC tentu menjadi pilihan menyenangkan. Namun, tanpa disadari udara di dalam ruangan AC justru bisa membuat kelembapan menurun sehingga kulit cenderung kering. Untuk mengatasi hal ini, umumnya banyak orang yang turut memanfaatkan humidifier yang berfungsi untuk menetralkan kelembapan udara dalam ruangan. Tak hanya itu, humidifier mampu mengatasi efek buruk yang ditimbulkan dari udara kering seperti bibir pecah-pecah dan kulit kering. Lantas, bagaimana humidifier mampu bekerja mengatasi masalah kulitmu? Yuk, langsung saja lihat penjelasannya di bawah ini.

Manfaat Humidifier untuk Kulit

Seorang ahli kulit bernama Gary Goldenberg yang dikutip dari Allure menjelaskan bahwa penggunaan humidifier secara rutin direkomendasikan terutama bagi pasien penderita eksim, psoriasis dan kulit kering. Tingkat kelembapan yang rendah dalam ruangan mampu menurunkan kelembapan alami pada kulit sehingga dapat menyebabkan kulit mengelupas. Sama halnya ketika kamu mandi air panas, lapisan lipid kulit dapat terganggu yang membuat fungsi skin barrier rentan terhadap bakteri, polusi dan udara kotor.

Cara Kerja Humidifier dalam Menghidrasi Kulit

Kulit memiliki lapisan terluar yang menjadi garis pertahanan pertama terhadap berbagai efek buruk udara. Jika tugasnya sebagai pelindung kulit terganggu, maka kulit menjadi tampak kering. Kulit yang terpapar lingkungan dengan kelembapan rendah juga menyebabkan peningkatan produksi minyak karena kulit mencoba menyeimbangkan kadarnya. Di saat yang sama, kulit terlihat berminyak karena dehidrasi. Untuk itu, menghidrasi kulit sangat diperlukan untuk mencegah kulit memerah akibat cairan yang tidak mampu menembus kapiler. Kulit membutuhkan minyak alami untuk terus menjaga sel-sel agar tetap sehat dan tidak menciptakan produksi minyak berlebih.

Manfaat Humidifier untuk Tubuh

Humidifier tak hanya bermanfaat dalam menjaga kelembapan kulit saja, tapi juga berguna untuk memberi kelembapan pada rambut dan bibir. Selain itu, humidifier juga mampu memberi dampak positif bagi kesehatan, salah satunya mengatasi hidung tersumbat. Dengan suhu kelembapan yang meningkat, memungkinkan pernapasan lebih mudah terutama yang sedang mengalami hidung mampet. Humidifier juga bermanfaat dalam meringankan gejala alergi yang menyerang saluran pernapasan termasuk gejala asma.

Dampak Buruk Humidifier

Selain memberi dampak positif, sayangnya ada pula dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Humidifier. Kekurangan alat satu ini bisa dilihat dari efek pemakaian misalnya saja ada pertumbuhan bakteri dan jamur pada Humidifier. Untuk itu, kamu harus selalu membersihkan humidifier secara rutin agar tak berisiko terkena infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan oleh bakteri dan jamur.Selain itu, kelembapan udara yang terlalu tinggi juga berdampak kurang baik seperti menimbulkan gejala alergi dan kesulitan bernapas. Dikutip dari Medical News Today, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menghimbau untuk menerapkan kelembapan dalam ruangan sekitar 30 hingga 50 persen. Tingkat kelembapan di atas 60 persen dinilai terlalu tinggi dan tidak berdampak baik bagi tubuh. Penggunaan humidifier juga harus dibarengi dengan alat ukur kelembapan atau hygrometer agar kelembapan udara bisa dikontrol dengan baik.

Baca juga: Dapatkan Kulit yang Sehat di Waktu Tidur dengan Menerapkan 5 Tips Berikut Ini

#GrowFearLess with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Menikmati Indahnya Natal dan Tahun dengan Sajian Lezat di Jakarta
Artikel Selanjutnya
Resep Nasi Goreng Cumi Asin