Sukses

Lifestyle

Bebaskan Diri Nikmati Zona Waktumu, Pencapaian Tiap Orang Beda-Beda

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang usiamu sudah terlalu tua untuk memulai karier baru. Ada yang menganggap usiamu sudah kelewat matang untuk menikah. Sudah terlambat untuk punya anak. Sudah ketinggalan jauh dari teman-teman seusiamu yang kini sudah punya rumah sendiri. Walau memang tidak menyenangkan mendengarkan semua nyinyiran dan cibiran tersebut, kita perlu mengingatkan diri bahwa pencapaian orang itu berbeda-beda.

Saat melihat linimasa media sosial kita, kita akan langsung dihadapkan pada berbagai gambaran yang dimiliki orang lain. Masing-masing orang pun saling berlomba memperlihatkan dan memamerkan pencapaian baru dalam hidupnya. Dari sini, kemudian kita merasa sudah tertinggal jauh dari orang-orang tersebut. Wajar jika kita merasa iri dengan hidup orang lain. Mungkin juga karena kita merasa kecewa dengan kehidupan yang kita miliki. Tapi kita juga perlu tahu bahwa zona waktu tiap orang berbeda-beda.

Kurangi Rasa Malu

“Whenever something bad happens, keep calm, take a few deep breaths and shift the focus to something positive.”

― Roy T. Bennett

Seringkali kita merasa kecewa dengan hidup kita sendiri karena kita merasa malu. Malu masih sendiri sementara teman-teman lain sudah tampak lebih bahagia dengan suami dan anak-anaknya. Malu masih tinggal di rumah kontrakan sementara teman sekantor sudah bisa beli rumah sendiri. Kita merasa malu karena merasa sudah tertinggal jauh. Padahal bisa jadi karena memang ini adalah zona waktu kita. Kita punya fase yang berbeda dari kehidupan orang lain.

 

 

Nikmati Zona Waktu, Izinkan Diri untuk Terus Bertumbuh

“I felt I was drowning in my negativity. There was no hope of room for patience and no means of escape, no way to either repent or rebel I felt I could not undo the lock.”

― Jalaluddin Rumi, The Rumi Collection

Tidak semua kehidupan manusia memiliki jalan dan seragam yang sama. Daripada terus merasa tertinggal dan terlambat melakukan sesuatu, lebih baik menikmati zona waktu kita sendiri. Izinkan diri untuk terus belajar dan bertumbuh. Di saat kita merasa pikiran kita dipenuhi oleh hal negatif, coba terima dengan lapang. Lalu, lepaskan perlahan semua hal negatif yang ada di dalam diri. Setelah itu, kita perlu fokus melakukan hal-hal yang lebih baik untuk membuat kita terus tumbuh menjadi pribadi yang bersinar.

Syukuri Semua yang Sudah Ada dan Coba Hal-Hal Baru

“When you are stuck in the same routine for months, you stop seeing new opportunities.”

― Dhaval Gajera, MAKE IT HAPPEN: with 30 greatest life lessons

Syukuri dulu semua yang sudah kita punya. Nikmati setiap proses yang kita jalani. Terima setiap fase kehidupan yang kita dapat. Jika memang ada hal-hal yang belum sempat kita kejar dan dapatkan, belumlah terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Saatnya untuk mencoba dan menciptakan hal-hal baru. Untuk mengubah nasib lebih baik, kita harus melakukan sesuatu.

Daripada terus meratapi hidup dan mengutuk kehidupan orang lain, lebih baik kita mulai memperbaiki hidup kita sendiri. Mulai dari hal-hal yang masih dalam kendali kita untuk ditingkatkan lagi. Tetap semangat, ya. Urusan cepat atau terlambat, seringkali itu hanyalah label semata.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Kurangi Berkomentar untuk Hal-Hal yang Tak Kita Pahami Sepenuhnya
Artikel Selanjutnya
Berhenti Membandingkan, 4 Cara Ini Buat Hidupmu Lebih Menarik dari Orang Lain!