Sukses

Lifestyle

4 Makanan untuk Bantu Kurangi Kolesterol Jahat dalam Tubuh

Fimela.com, Jakarta Kebanyakan makan daging memang akan berdampak pada kesehatan tubuh, salah satunya kolesterol. Pada dasarnya, kolesterol secara alami sudah ada di dalam tubuh manusia, namun jumlahnya bisa meningkat jika kita mengonsumsi makanan pemicu kolesterol jahat pada tubuh.

Bahayanya, kolesterol jahat yang tertimbun dalam pembuluh darah bisa memicu timbulnya serangan jantung. Untuk itu, sahabat Fimela sebainya menjaga pola makan.

Dilansir dari healthaliciousness.com. Makanan ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darahmu.

1. Bawang Putih

Bangsa Mesir Kuno sudah ribuan tahun lalu menggunakan bawang putih yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan dan stamina tubuh manusia. Bahkan sekarang ini banyak orang menggunakan bawang putih untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan melindungi tubuh dari infeksi.

Sebuah penelitian membuktikan bumbu rempah yang digunakan sebagai salah satu pelengkap bumbu masakan ini dipercaya dapat mencegah berkembangnya molekul kolesterol yang menempel dan hinggap di dinding pembuluh darah.

2. Kacang Mede, Almon, dan Kenari

Kacang mede, almond, dan kacang kenari merupakan bahan makanan rendah lemak yang sangat baik bagi kesehatan jantung karena jenis kacang-kacangan tersebut mengandung lemak tak jenuh tunggal.

Jenis kacang-kacangan tersebut juga diperkaya akan kandungan vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang berhubungan erat dengan kesehatan jantung.

3. Teh

Teh diperkaya oleh kandungan antioksidan yang dapat memberikan rasa tenang terutama pada pembuluh darah agar terhindar dari pembekuan darah. Selain kaya serat, teh mengandung antioksidan seperti flavonoid yang dapat mencegah oksidasi yang dapat menyebabkan penimbunan kolesterol jahat (LDL) yang menumpuk di pembuluh darah. Dengan minum segelas teh hangat dapat memenuhi antioksidan bagi tubuh.

4. Cokelat

Pilihlah cokelat hitam yang memiliki rasa cukup pahit. Cokelat mengandung antioksidan dan flavonoid, namun semua itu tergantung di mana cokelat tersebut tumbuh dan bagaimana proses pengolahannya.

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Loading