Sukses

Lifestyle

Bukan Mitos, Orang yang Baru Patah Hati Tubuhnya Rapuh

Fimela.com, Jakarta Dunia seakan sudah runtuh dan hanya kegelapan yang dirasakan. Kira-kira begitulah gambaran perasaan yang dirasakan orang yang baru patah hati. Seseorang yang baru patah hati, hidupnya bisa porak poranda. Tubuhnya pun bisa makin rapuh dan gampang jatuh sakit.

Patah hati memang bisa memberi dampak yang negatif pada tubuh. Guy Winch dalam bukunya, How to Fix a Broken Heart menyebutkan bahwa patah hati bisa membuat tubuh kita masuk mode lawan atau lari dan memicu tanggapan stres yang membanjiri sistem kita dengan kortisol (hormon stres). Kondisi stres terutama saat sedang berlangsung dapat mengganggu tubuh kita dalam bebagai cara.

 

Patah Hati Dapat Mengurangi Fungsi Kekebalan Tubuh

Ada gejala yang disebut dengan sindrom patah hati yang terjadi karena stres dan rasa sakit emosional akibat putus begitu parah sehingga menyebabkan ketidaknormalan jantung seperti sakita parah di dada, kejang, serta kenaikan kadar norepinefrin dan epinefrin (hormon "lawan atau lari" yang terkait dengan stres ekstrem) sampai 30 kali kadar normal. Dalam kasus yang ekstrem dan terbilang langka, patah hati bisa menyebabkan serangan jantung. Wah, agak ngeri juga ya.

Patah hati bisa membuat tubuh rapuh dan gampang jatuh sakit. Hal ini karena kadar kortisol yang membuat sistem kekebalan tubuh berfungsi kurang efektif meningkat. Fungsi kekebalan tubuh pun menurun. Itulah alasannya orang yang patah hati rentan mengalami "tak enak badan". Mudah terserang demam dan flu.

Stres Dapat Membebani Mekanisme Pertahanan Kita

Stres kronis yang kerap dialami orang yang patah hati bisa memengaruhi fungsi kardiovaskuler dan pencernaan. Hal ini bisa meningkatkan risiko mengalami penyakit jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2. Kondisi stres juga dapat membebani pertahanan kita sehingga menurunkan "ambang batas" psikologis kita. Dampaknya bisa membuat kita gampang frustasi atau bereaksi berlebihan saat dihadapkan pada situasi yang sedikit tidak mengenakannya. Contohnya, ketika baru membuka kulkas kita mendapati kehabisan susu, tiba-tiba saja merasa sangat marah dan menangis.

Kondisi tubuh yang kurang sehat, lesu, sering mengalami sakit kepala, sakt perut, dan penyakit saluran pernapasan atas biasanya akan dialami orang yang baru patah hati. Kondisi stres karena patah hati bisa membuat tubuh seseorang rapuh. Untuk itu, saat sedang patah hati boleh saja mencari bantuan dari orang lain yang kita percaya untuk membantu memulihkan kondisi kita. Berkonsultasi ke psikiater dan dokter pun diperlukan bila kondisi stres yang dirasakan sudah mencapai tahap kronis.

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Cara Mengakhiri Hubungan dengan Damai agar Tidak Terlalu Menyakitkan
Artikel Selanjutnya
Pertanyaan Kapan Nikah Terus-Menerus Bisa Meningkatkan Depresi