Sukses

Lifestyle

Bukan Cuma Saham, Ini 3 Instrumen Investasi Paling Cocok untuk Milenial

ringkasan

  • Perkembangan teknlogi semakin pesat hingga akhirnya muncul banyak opsi untuk menabung demi mempersiapkan berbagai tujuan pengelolaan keuangan di masa depan.
  • Perencanaan keuangan jangka panjang bisa dilakukan dengan cara berinvetasi.
  • Jangan takut tidak memiliki banyak modal, karena ada berbagai opsi instrumen investasi yang cocok untuk milenial.

Fimela.com, Jakarta Mengelola keuangan di era digital ini memang menjadi serba mudah. Perkembangan teknologi semakin pesat hingga akhirnya muncul banyak pilihan bentuk tabungan demi mempersiapkan berbagai tujuan pengelolaan keuangan di masa depan. 

Dalam mini site Sikapi Uangmu yang dikelola oleh OJK, masih banyak generasi Y yang masih perlu belajar untuk menentukan tujuan pengelolaan keuangan. Bahkan, jangka panjang-pendek saja masih kerap keliru. 

Tabungan jangka pendek mungkin sangat mudah untuk dilakukan. Tapi tabungan jangka panjang tidak bisa dipersiapkan dengan tabungan biasa di bank. Oleh karena itu, investasi merupakan jalan yang paling tepat. 

Saham merupakan salah satau instrumen investasi yang begitu terkenal dan menarik banyak minat anak-anak muda. Selain ada peluang besar untuk bisa menerima keuntungan yang menggiurkan, berinvestasi saham kini juga sudah menjadi tren di kalangan milenial menengah ke atas. 

Forbes menulis, saham menjadi sangat populer sejak lama karena banyak sosok-sosok investor terkenal yang sukses menjadi kaya raya, baik berkat trading maupun investasi. Layaknya Warrent Buffett atau Lo Kheng Hong yang kini membagikan ilmunya untuk membantu para investor muda. Meskipun begitu, saham bukan satu-satunya instrumen investasi yang bisa Sahabat Fimela pilih. 

1. Reksa Dana

Jangan pernah takut untuk memulai investasi. Saham, mungkin terlalu rumit atau memerlukan waktu untuk memahami soal pasar modal, membaca siklus pasar, psikologi pasar. Belum lagi membangun portofolio yang sangat berhubungan dengan perhitungan inflasi. 

Dengan reksa dana, selain biayanya terjangkau dimulai dari Rp100 ribu, generasi muda dapat membeli unit penyertaan reksa dan memercayakan seseorang -- yang disebut Manajer Investasi (MI) untuk mengelola uang yang sudah kamu investasikan. Di reksa dana, ada produk obligasi, deposito, dan saham juga, kok! 

Selain itu, dalam sebuah rilis bertajuk Generasi Millennial Bisa Kelola Uang dengan 4 Produk Investasi Ini yang dikeluarkan Tokopedia, investasi ini juga sangat cocok untuk pemula dan milenial yang baru memulai invetasi. Pasalnya, risiko rendah dan pengelolaannya dibantu MI. Jadi, kamu yang sibung ngantor atau kuliah bisa dengan tenang berinvetasi. 

Lagi pula, kini Tokopedia juga sudah bekerja sama dengan Bareksa dengan membuat Tokopedia Reksa Dana yang memudahkanmu untuk berinvestasi dan memiliki literasi soal manajemen keuangan yang baik. 

2. Deposito

Instrumen investasi ini merupakan produk simpanan yang disediakan bank. Sahabat Fimela akan mendapat ketentuan kapan bisa menarik uang yang sudah kamu simpan di sana. Periodenya tergantung bank itu sendiri, atau juga bagaimana kamu menentukannya. 

Uang yang sudah kamu simpan di deposito tidak bisa ditarik setiap saat seperti tabungan biasa. Nah, keuntunganmu ada di mana? Bunga yang kamu terima. Meski konsepnya tidak jauh berbeda dari tabungan bank biasa, deposito memiliki bunga yang lebih tinggi. 

Karena itu, deposito bisa dibilang cara mudah lainnya berinvestasi dan mendulang cuan buat kamu yang masih baru terjun ke dunia investasi dan pengelolaan keuangan. 

3. Emas Digital

Inflasi memang menjadi musuh bebuyutan semua orang. Tapi jangan sedih, investasi emas merupakan satu-satunya yang kebal akan inflasi. Karena itu, investasi ini kerap disebut-sebut sebagai alat untuk mempertahankan kekayaan. 

Pasalnya, seberapa banyak pun uang yang kamu miliki sekarang, akan jauh berkurang nilainya di masa depan ketika inflasi mengalami kenaikan. Misalnya, Sahabat Fimela memiliki uang Rp10 ribu yang cukup dibelanjakan untuk semangkuk bakso. Sayangnya, 10 tahun ke depan, uang tersebut tidak bisa lagi membeli semangkuk bakso yang sama. 

Nah, dengan berinvestasi emas, kamu bisa terlindungi dari penurunan nilai mata uang rupiah pada saat inflasi meningkat. Pasalnya, harga emas akan cenderung mengalami kenaikan pada saat inflasi terjadi. 

Harga emas batangan tidak murah. Untuk itu, Sahabat Fimela kini bisa memilih investasi emas digital, dimana kamu bisa membeli emas dengan satuan terkecil, 1 gram. Bahkan, hanya dengan Rp500 saja, Sahabat Fimela sudah bisa menabung emas digital di Tokopedia Emas. Selain mudah, investasi emas digital sangat cocok untuk anak-anak muda yang memiliki modal terbatas. 

Jadi, tidak ada lagi excuse untuk menunda berinvetasi, kan? Dari pada susah di masa depan, lebih baik menyisihkan sebagian gaju untuk kemakmuran 5-10 tahun ke depan. 

#Growfearless with FIMELA

;
Loading