Sukses

Lifestyle

Pria yang Melakukan Kekerasan dalam Hubungan Tak Pantas Dijadikan Pasangan

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi meninggalkan luka yang sangat dalam. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini.

***

Oleh: Mia - Wonosobo

Ini adalah kejadian yang sudah aku alami bertahun-tahun yang lalu. Sebut saja aku Mia dan dia Ahmad. Cerita ini dimulai ketika aku sedang duduk di bangku sekolah. Aku bertemu dengan Ahmad melalui Facebook, dikenalkan oleh teman sebangku. Dia 2 tahun lebih tua umurnya dariku, dan saat itu dia sudah tidak bersekolah.

Pada awalnya aku cuek, tidak peduli dengannya, hingga akhirnya aku memiliki seorang kekasih. Beberapa bulan kemudian aku putus dengan pacarku. Ternyata dia masih menungguku. Aku merasa sangat tersentuh, ternyata dia begitu tulus dan mau menungguku. Kami menjadi semakin sering berkomunikasi melalui inbox, kemudian dia meminta nomor What's App-ku.

Kami berkomunikasi layaknya orang yang sedang melakukan pendekatan. Dia melakukan hal yang manis dan selalu berhasil membuatku tersipu. Aku sangat bahagia pada waktu itu. Pada awal bulan Juni dia mengatakan perasaannya dan bertanya padaku apakah aku mau menjadi kekasihnya. Mendengar hal itu tentu saja aku bahagia, namun ajakan itu tidak langsung aku terima. Aku membutuhkan waktu seminggu hingga akhirnya pada tanggal 13 Juni, I said, "Yes."

Aku sangat bahagia. Dia terus melakukan hal-hal yang manis. Rumahku dengan rumahnya berbeda kabupaten, tetapi dia selalu menyempatkan waktu untuk menemuiku dan menjemputku pulang sekolah. Bahkan ketika kami bertengkar dia selalu bisa meredakan amarahku dengan menemuiku, walaupun itu sangat malam. Padahal rumah dia berada di pegunungan. Karena terpisah jarak yang cukup jauh kami hanya bisa bertemu sekali atau dua kali dalam satu bulan. Aku selalu bisa menghargai pengorbanannya.

 

Dia Melakukan Kekerasan

Hubungan kami mulai berjalan setengah tahun. Hingga akhirnya dia memperlihatkan wajah aslinya. Ketika aku bermain ke rumahnya dia melakukan kekerasan. Sebagai perempuan yang pada dasarnya memiliki perasaan yang lembut, aku kaget dan sakit hati. Dia melakukan kekerasan karena aku menolak untuk diajak berhubungan badan. Aku meminta putus tapi dia tidak mau. Dia mengunci pintu kemudian menendang dan mencubitku hingga meninggalkan bekas biru. Aku tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Aku hanya bisa menangis dan memohon kepadanya agar melepaskanku. Melihat aku menangis mungkin dia merasa iba. Dia meminta maaf dan mengatakan bahwa dia menyesal telah melakukan itu. Aku memaafkannya dan kami mencoba untuk memulai kembali.

Namun, ternyata itu hanya perkataan di mulut manisnya saja. Bulan-bulan selanjutnya dia semakin menjadi-jadi. Dia mulai secara terang-terangan bertindak abusive padaku. Dia memukul bagian perutku di tempat umum, aku menangis. Aku ditinggalkan begitu saja oleh kekasihku dengan perut yang sangat sakit bahkan untuk menarik napas saja susah, hingga akhirnya aku ditolong oleh orang-orang di warung makan. Aku malu.

Kemudian ketika aku ke rumahnya lagi dia masih meminta berhubungan badan. Aku menolak dan lari, namun dia menarik kerudungku hingga copot dan aku jatuh di lantai. Dia menendangku, dia mencekikku, dia memakiku. Rasanya sakit sekali. Untung saja waktu itu bapaknya sedang berkunjung ke rumah tersebut sehingga aku lolos.

Meninggalkan Hubungan yang Tak Sehat

Kekerasan baik verbal maupun fisik selalu aku dapatkan. Hubungan ini berjalan selama dua tahun dan selama itu pula aku tersiksa. Dia yang pada awalnya menemuiku ketika kita bertengkar, berubah menjadi menemuiku dan membuang semua kado yang kuberikan di depan tokoku ketika aku meminta putus. Hubungan yang pada awalnya sangat indah berubah menjadi abu. Pilu. Tenyata dia juga ada main dengan wanita lain di belakangku.

Aku bersyukur dapat keluar dari hubungan yang tidak baik. Walaupun kejadian itu sudah terjadi 7 tahun yang lalu, namun sampai sekarang dia masih sering menghubungiku dan meminta maaf berkali-kali. Aku sudah memaafkannya dan sekarang aku juga sudah menemukan seseorang yang sangat menyayangiku.

Semoga kisah ini memberikan pelajaran untuk kita semua bahwa laki-laki yang suka melakukan kekerasan kepada wanitanya, tidak pantas untuk dipertahankan. Kalian pantas dan berhak bersanding dengan laki-laki lain yang lebih baik diluar sana dan kalian pasti akan menemukannya!

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Cinta Ibarat Kupu-Kupu Terbang yang Semakin Dikejar Semakin Menjauh
Artikel Selanjutnya
Dua Hati yang Terlalu Berbeda Sulit untuk Disatukan Bersama