Sukses

Lifestyle

Gerakan Daur Ulang untuk Lingkungan dan Bernilai Ekonomi

Fimela.com, Jakarta Semua orang tentu tahu proses daur ulang dapat menjaga kelestarian lingkungan sehingga jumlah sampah berkurang. Gerakan daur ulang ini juga menjadi langkah menjaga bumi sebagai warisan kepada anak dan cucu nantinya. Melihat pentingnya gerakan ini, Tetra Pak Indonesia, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman secara konsisten melakukan gerakan daur ulang.

Hal ini sebagai komitmennya untuk menerapkan prinsip circular economy yang sejalan dengan ambisi perusahaan hingga 2020. Pada 2018, Tetra Pak Indonesia bersama mitra pendaur telah mendaur ulang lebih dari 10.388 ton kemasan karton bekas minuman. Tidak hanya mengurangi dampak terhadap lingkungan, komitmen ini juga memberikan nilai ekonomis bagi para mitra usaha daur ulang.

“Aspek keberlanjutan selalu menjadi inti dalam komitmen kami untuk melindungi makanan, masyarakat, dan masa depan. Kami secara berkelanjutan bekerja untuk mencapai dampak lingkungan minimum di seluruh rantai pasokan. Dan kami memahami pentingnya kolaborasi jangka panjang dengan mitra-mitra kami seperti pengumpul sampah, pendaur ulang, pelanggan, pemerintah, komunitas, dan para pemangku kepentingan lainnya," kata Michael Wu Managing Director Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia.

Ke depannya Tetra Pak Indonesia mencanangkan target tingkat daur ulang sebesar 24 persen dan lebih dari 13.000 ton kemasan karton bekas yang akan terdaur ulang. Meningkatkannya kapasitas daur ulang ini tidak terlepas dari kolaborasi jangka panjang dengan para mitra seperti pengumpul sampah, pendaur ulang, pelanggan, masyarakat, pemerintah, komunitas, bank sampah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami membutuhkah kualitas serat panjang dari kemasan karton bekas minuman ini dan materi polimer aluminium (PolyAl) dalam kemasan karton minuman yang berfungsi untuk memastikan aspek keamanan pangan ternyata dapat didaur ulang serta menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu juga memiliki nilai ekonomis tinggi dan diterima baik di pasaran,” kata Wisnu Wiguna pemilik Leo Graha Sukses Primatama, perusahaan daur ulang kertas.

 

Daur ulang yang berkualitas

Hal ini telah terbukti dapat menambah diferensiasi bidang usahanya. Tidak hanya bekerja sama dengan Leo Graha, Tetra Pak Indonesia juga bekerja sama dengan Daur Esia Jaya Trimegah, yang fokus pada pengolahan daur ulang serat kertas dari kemasan karton bekas minum.

“Kolaborasi dengan Tetra Pak sejalan dengan misi kami di Daur Esia dalam menanamkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Serat kertas berkualitas dari hasil daur ulang kemasan Tetra Pak, kami olah menjadi berbagai karya kreatif berwawasan lingkungan yang memberikan nilai tambah,” kata Mignonne N.B. Maramis direktur Daur Esia. 

 

Kesadaran untuk gerakan 3L

Selain itu, untuk memaksimalkan pencapaian usaha daur ulang, Tetra Pak Indonesia, Leo Graha, dan Daur Esia juga mengajak para konsumen di Indonesia mempraktikkan kesadaran gerakan 3L (Lipat, Letak, dan Lepas) untuk penanganan kemasan karton bekas minuman. Gerakan tersebut terdiri dari buka lipatan atas dan bawah, letakkan sedotan ke dalam kemasan dan meratakannya, serta lepaskan kemasan di tempat sampah terpilah yang disediakan.

Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian konsumen dan masyarakat terhadap pemilahan sampah sejak dari sumbernya guna meningkatkan nilai ekonomi sampah.

#GrowFearless with Fimela

Loading
Artikel Selanjutnya
Praktik Konsep Energi Berkelanjutan dari Austria di Indonesia