Sukses

Lifestyle

FIMELA FEST 2019: Gerakan Body Positivity dari Masa ke Masa

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela mungkin belakangan ini sering mendengar tentang body positivity. Beberapa brand fashion mulai gencar menyuarakannya, salah satunya Nike yang beberapa waktu lalu memperkenalkan patung dengan bentuk tubuh curvy. Dove, Aerie, dan Victoria's Secret, dan beberapa merek terkenal lainnya pun mulai menyertakan kampanye body positivity dalam periklanan mereka.

Sebenarnya, apa itu body positivity?

Menurut penelitian berjudul "How will body image trends influence the fitness market in Spain by 2035" dari Alan Smithee yang dilakukan tahun 2019, body positivity didefinisikan sebagai social movement yag berdasar pada keyakinan bahwa semua manusia harus memiliki citra tubuh positif, sambil menentang cara masyarakat memandang dan menyajikan gambaran tubuh ideal.

Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengatasi standar kecantikan yang tidak realistis dan untuk membangun kepercayaan diri sendiri dan orang lain. Gerakan body positivity sebenarnya bukan baru kali ini digaungkan, selama beberapa dekade terakhir kampanye body positivity kian berkembang.

 

Body Positivity dari Masa ke Masa

Victorian Dress Reform 

Gerakan Victorian Dress Reform merupakan salah satu momentum yang memprakarsai body positivity dan feminisme. Di 1850-1890-an, para perempuan menentang standar sosial bahwa perempuan harus memiliki pinggang kecil, dan mendorong penerimaan semua bentuk tubuh.

Body positivity gelombang pertama

Tahun 1967, seorang host New York bernama Steve Post mengadakan acara "Fat-in" di Central Park. Tujuan dari acara tersebut adalah untuk memprotes diskriminasi terhadap lemak. Dari sana, penulis Lew Louderback menulis esai berjudul "More People Should be Fat!" setelah istrinya menjadi korban diskriminasi akibat bentuk tubuh. Dari sana, gerakan baru untuk memperbaiki stigma mulai muncul.

Body positivity gelombang kedua (1990)

Gelombang kedua body positivity diproriataskan untuk memberikan semua orang, dengan semua ukuran, di mana mereka bisa berolahraga dengan nyaman. Beberapa program dalam seri video olahraga di rumah juga bermunculan untuk memfasilitasi mereka yang belum merasa nyaman bergabung dengan komunitas olahraga.

Body positivity gelombang ketiga (2012)

Berkembangnya media sosial membuat gerakan ini semakin meningkat. Body positivity juga menentang standar kecantikan yang tidak realistis seperti kulit halus, ukuran tubuh, dan menghindari segala ketidaksempurnaan.

Kini, instagram telah digunakan sebagai platform iklan untuk gerakan body positivity. Para perintis terhubung dengan merek dan pengiklan untuk mempromosikan gerakan ini.

Ingin memahami lebih dalam tentang body positivity? Yuk, daftarkan diri kamu sekarang juga di sini dan raih kesempatan untuk datang ke Fimela Fest 2019.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Maliq & D'Essentials akan Meriahkan FIMELA FEST 2019
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2019: Cara Cerdas Orangtua Mendidik Anak dengan Mindful Parenting