Sukses

Lifestyle

Tidak Semua Hal yang Awalnya Manis akan Berakhir Bahagia

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini.

***

Oleh: Varatika Sovia - Maluku

Pernah nonton film Dilan? Karena kisah Dilan dan Milea yang begitu romantis pada masa SMA. Memang mereka sangat romantis di awal pacaran namun pada akhirnya mereka tidak bersama. Kisah mereka mengajarkan bahwa semua yang berawal dari rasa manis belum tentu akan berakhir dengan bahagia.

Begitu juga dengan kisah cintaku. Namaku adalah Vara. Aku baru saja putus dengan pacarku dikarenakan dia lebih memilih mantan kekasihnya dibandingkan denganku. Kalian pasti pernah merasakan bukan saat kalian menyayangi orang lain, tapi orang tersebut tidak menyayangi kalian, itulah yang aku rasakan sekarang. Aku sangat terpukul akan hal itu ketika mengetahui bahwa orang yang selama ini aku cintai, orang selama ini selalu aku banggakan ternyata hanya menjadikanku sebagai pelampiasan agar bisa melupakan mantan kekasihnya. Namun, tetap saja dia tidak bisa melupakan mantannya sehingga dia memutuskan diriku dan kembali kepada mantannya.

Ya, rasanya memang sakit sekali, memang kami menjalani hubungan baru satu bulan tapi dalam sebulan itu terlalu banyak kenangan yang telah kami lalui bersama. Terlalu banyak pengorbanan yang telah aku lakukan untuk dirinya. Aku selalu ada di saat suka dan dukanya. Ibunya baru saja meninggal dan selama ibunya menjalani perawatan di rumah sakit aku selalu setia menemani dirinya menjaga ibunya. Bahkan sampai ibunya meninggal pun aku tetap setia mendampinginya sampai mengantarkan ibunya ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Bukan hanya sampai di situ ketika dua minggu kemudian dia memutuskan untuk merantau ke Jawa, aku mengikhlaskannya untuk pergi. Karena ini juga demi cita-citanya, tapi aku sudah berjanji bahwa aku akan selalu setia menunggunya kembali di sini padaku.

 

 

Hanya Dijadikan Pelampiasan

Selama dirinya di tanah Jawa, aku selalu menjaga jarak dari laki-laki lain, karena aku juga memikirkan perasaannya, jadi kami menjalani hubungan LDR. Aku selalu mendukungnya, aku selalu memberikan semangat untuknya, tapi takdir berkata lain. Beberapa minggu kemudian dia memutuskan hubungan dengan diriku, dikarenakan dia mengatakan bahwa dia tidak mencintai dan menyayangiku. Dia hanya menjadikanku sebagai pelampiasan untuk melupakan mantannya, rasanya sungguh sakit bahkan seperti ditusuk dengan ribuan jarum. Seketika itu juga rasanya hidupku seperti akan berhenti rasanya aku tak sanggup menjalani hidup ini lagi tanpa dirinya.

Namun, apa boleh buat semuanya sudah terjadi, bahkan aku sudah mengatakan segalanya kepada keluarganya bahkan keluarganya pun juga terkejut akan hal itu. Mereka semua memarahinya tapi ya begitulah. Dia tidak menghiraukan amarah dari keluarganya, keluarganya pun berusaha menghibur diriku dan mereka semua menginginkan agar hubungan kami bisa kembali lagi seperti semula. Keluarganya memang sangat baik dan menyayangi diriku seperti anak sendiri sehingga aku sangat bahagia berada di tengah-tengah keluarganya.

Tapi begitulah nasi sudah menjadi bubur, apa boleh buat kalau kita memang belum berjodoh. Memang rasanya sungguh sakit dan untuk berusaha melupakan dirinya mungkin butuh waktu yang lama, dikarenakan aku sangat mencintai dirinya dan terlalu banyak kenangan yang sudah kami lalui bersama. Namun, satu hal yang aku pelajari dari akhir kisah ini adalah terkadang sesuatu yang berawal dari sebuah rasa manis belum tentu akan berakhir dengan bahagia. Jadi, mencintailah sewajarnya. Jangan terlalu berharap pada dirinya karena terkadang seseorang akan berubah seiring berjalannya waktu.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Pengumuman Pemenang Lomba Menulis My Love Life Matters
Artikel Selanjutnya
Jika tak Berjodoh, Sebuah Pertemuan takkan Menetap Lama