Sukses

Lifestyle

Mengenal Sejarah Gula Kapas atau Cotton Candy

Fimela.com, Jakarta Gula kapas atau cotton candy menjadi salah satu makanan dari jenis permen yang disukai oleh banyak orang. Gula kapas terbuat dari gula pasir yang digiling dalam mesin khusus hingga membentuk serat-serat gula halus yang membentuk seperti kapas.

Gula kapas menjadi salah satu makanan yang mudah kita temukan di sekitar kita terutama saat ada acara-acara rakyat seperti pesta rakyat, pasar malam dan sebagainya. Bicara mengenai gula kapas, kira-kira kapan makanan ini mulai muncul dan populer di Indonesia? Apakah makanan ini berasal dari Indonesia atau berasal dari luar negeri?

Sejarah Gula Kapas

Melansir dari laman kompasiana.com, gula kapas sudah ada sejak abad ke-15. Gula kapas sudah dikenal di Italia sejak abad tersebut dan menjadi makanan favorit. Saat itu, gula kapas tak selembut yang sekarang. Namun, pada abad ke-19, dua orang bernama William Morisson dan John C Wharton diidentifikasi sebagai penemu gula kapas atau permen kapas.

William Morisson merupakan seorang dokter gigi, pengacara, penulis buku anak-anak, pembuat lemak babi palsu dari biji kapas dan pembuat perangkat kimia yang berfungsi membersihkan air minum dari Nashville. John C Wharton adalah pembuat permen dari Tennessee. Tahun 1897, dua orang ini menciptakan mesin listrik peleleh kapas atau mesin pembuat gula kapas. Mesin ini dipatenkan sebagai mesin pembuat gula kapas pertama di dunia pada tahun 1899.

 

Tahun 1904, William dan John mengenalkan gula kapas buatan mereka ke Amerika Serikat. Di Amerika gula kapas sangat digemari dan semakin populer. Permen kapas dijual di acara-acara besar seperti karnival, festival, sirkus dan sejenisnya. Permen kapas semakin populer dan penjualannya mencapai kesuksesan maksimal.

Dari tahun ke tahun, gula kapas semakin populer tak hanya di Amerika tetapi juga benua lainnya termasuk Eropa dan Asia. Kepopuleran gula kapas semakin memuncak ketika makanan manis ini dibawa oleh para pedagang dan saudagar ke berbagai negara dan diperkenalkan ke warga atau masyarakat setempat.

#GrowFearless with FIMELA

;
Loading