Sukses

Lifestyle

FIMELA FEST 2019: Hubungan Seks Dipaksakan Berujung pada Kejiwaan

Fimela.com, Jakarta Hubungan seksual sudah semestinya terjadi tanpa paksaan dari pihak suami atau istri. Sebab baik pria dan perempuan memiliki mood-nya sendiri saat ingin berhubungan intim yang sebaiknya terjadi secara alami.

Namun kebanyakan pasangan suami istri menganggap jika berhubungan seks adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan saat salah satu pihak menginginkan. Alhasil, pria dipaksa untuk ereksi dan perempuan pasrah untuk 'melayani'.

"Ereksi yang dipaksakan pada pria alias tidak murni berbahaya. Sementara bagi perempuan, meski tidak butuh ereksi tapi tidak bisa menikmati," ujar Seksolog dan Spesialis Rehabilitasi Ferryal Loetan, ditemui di Griya Kencana, Kemang, Senin (7/10).

Padahal jika salah satu pihak tidak bisa menikmati hubungan seksual akan berimbas pada kejiwaannya. Yaitu saat seseorang tidak bisa mencapai tujuan dari hubungan seksual yaitu klimaks.

Stres yang Terakumulasi

"Saat klimaks tidak didapat, awalnya mungkin hanya sedikit stres. Tapi jika terus-menerus, makin terkumpul stresnya dan bisa berdampak pada kejiwaan seseorang," lanjutnya.

FIMELA ingin mengajakmu menjadi perempuan Indonesia yang tangguh, dan terbebas dari rasa takut dalam menjalani kehidupan seksual. Ketahuilah bahwa setiap perempuan terlahir istimewa. Yuk, Grow Fearless bersama Fimela. Segera daftarkan dirimu di sini dan dapatkan undangan FIMELA FEST 2019.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with FIMELA 

Loading
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2019: Capai Seks Bahagia Pasutri dalam Budaya Patriarki
Artikel Selanjutnya
FIMELA FEST 2019: Menyiapkan Tabungan Hari Tua Lewat Investasi untuk Generasi Milenial