Sukses

Lifestyle

Ulasan: Buku Revolusi Industri Keempat Karya Klaus Schwab

Fimela.com, Jakarta Judul: Revolusi Industri Keempat

Penulis: Klaus Schwab

Alih bahasa: Farah Diena & Andi Tarigan

Editor: Andi Tarigan

Desain isi: Fajarianto

Desain sampul: Isran Febrianto

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Revolusi industri keempat telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan dengan yang lain. Dalam hal skala, cakupan, serta kompleksitasnya, revolusi industri keempat ini belum pernah dialami umat manusia sebelumnya. Teknologi yang berkembang dalam revolusi industri keempat menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologis, yang di satu sisi membuka peluang besar untuk kemajuan, tetapi di sisi lain juga memunculkan potensi bahaya yang tidak kecil. Revolusi ini memaksa kita untuk memikirkan ulang bagaimana negara dapat berkembang, bagaimana organisasi menciptakan nilai, dan bahkan apa artinya menjadi manusia.

Klaus Schwab, sebagai pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), telah berkecimpung dalam berbagai persoalan global selama lebih dari 40 tahun. Setelah mengamati langsung bagaimana para pemimpin dunia menavigasi revolusi digital, Schwab yakin bahwa kita sedang berada di awal periode yang menantang.

Dalam buku ini, Schwab menunjukkan karakter kunci dari teknologi-teknologi terkini dan menyoroti peluang serta dilema yang ditimbulkannya. Lebih penting lagi, Schwab mengeksplorasi bagaimana kita dapat mengontrol revolusi industri keempat. Schwab menguraikan bagaimana bentuk-bentuk baru kolaborasi, yang disertai narasi bersama yang positif, dapat membentuk revolusi industri keempat yang memberikan manfaat bagi semua. Jika kita mengambil tanggung jawab bersama untuk membentuk masa depan, di mana inovasi dan teknologi dapat menjadi pelayan bagi masyarakat, kita akan mengangkat kemanusiaan ke tingkat kesadaran moral yang baru.

 

***

"Di masa depan, ada banyak posisi dan profesi baru yang akan bermunculan, yang didorong tidak hanya oleh revolusi industri keempat, tetapi juga oleh faktor-faktor nonteknologi seperti tekanan demografis, pergeseran geopolitik, norma sosial, serta budaya baru. Saat ini, kita tidak mungkin sepenuhnya memperkirakan dengan tepat apa yang akan dihasilkan oleh semua ini, namun saya yakin bahwa jauh melampaui soal kapital, talenta akan merepresentasikan faktor produksi yang penting."

(Revolusi Industri Keempat, hlm. 53)

Istilah revolusi mengacu pada perubahan yang radikal dan mendadak. Masih ingatkah kapan revolusi industri pertama terjadi? Revolusi industi pertama berlangsung dari tahun 1760-an sampai 1840-an. Lalu, revolusi industri kedua dimulai pada akhir abad ke-19 hingga akhir abad ke-20. Revolusi industri ketiga dimulai sekitar tahun 1960 dan biasa disebut revolusi komputer atau revolusi digital. Kemudian, saat ini kita sedang berada pada awal revolusi industri keempat.

Dalam bukunya, Klaus Schwab percaya bahwa saat ini kita sedang berada pada awal revolusi industri keempat. Ditandai dengan ciri-ciri yang meliputi:

1. Internet yang semakin luas dan ringkas.

2. Sensor buatan yang semakin kecil dan kuat dengan harga lebih murah.

3. Sensor buatan dengan kecerdasan buatan dan mesin pembelajar.

Cakupan revolusi industri keempat sangatlah besar. Lebih dari sekadar mesin dan sistem pintar yang terhubung. Tak hanya itu saja, revolusi ini memiliki keunikannya sendiri karena harmonisasi dan integrasi berbagai disiplin ilmu beserta penemuan-penemuannya yang semakin berkembang.

Satu hal yang paling terasa dari revolusi industri keempat ini adala memungkinkan produk dan pelayanan baru yang secara virtual dan efisien tak membebani biaya apa pun pada hidup kita sebagai memesan. Memesan moda transportasi, membeli tiket pesawat, berbelanja aneka kebutuhan, dan memenuhi kebutuhan mencari hiburan semua makan mudah dilakukan secara digital dengan bantuan internet.

Revolusi ini pun tak lepas dari hadirnya berbagai macam tantangan. Disebutkan dalam buku ini bahwa tantangan yang muncul akibat revolusi industri keempat tampaknya lebih merupakan tantangan di bidang penyediaan, yaitu dalam bidang kerja dan produksi. Selain memberi tinjauan dan pemahaman mengenai revolusi industri keempat, buku ini juga memaparkan info penting terkait teknologi-teknologi transformatif utama, dampak revolusi industri keempat, dan juga sejumlah solusi dan ide mengenai cara menghadapi serta memanfaatkan momen revolusi ini.

Melaui buku ini, kita mendapat gambaran soal kehidupan yang sedang kita jalani dan kemungkinan masa depan yang akan terjadi. Sejumlah perubahan dan penyesuaian tak bisa dihindari. Bahkan dalam soal profesi atau bidang pekerjaan, besar kemungkinan akan muncul berbagai jenis profesi baru yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Apakah kita sudah siap menghadapi semua tantangan yang ada? Atau malah kita akan makin ketinggalan dan kesulitan mengikuti perkembangan revolusi industri keempat ini? Buku ini bisa menjadi referensi yang penting untuk kita semua.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Ulasan: Novel Suprise Me Karya Sophie Kinsella
Artikel Selanjutnya
Ulasan: Novel Bad Boy Karya AliaZalea