Sukses

Lifestyle

Menikah Sangat Baik untuk Kesehatan Mental, Ini 3 Alasan Utamanya!

Fimela.com, Jakarta Menikah mungkin menjadi langkah besar dalam kehidupan setiap orang. Seringkali keputusan untuk menikah tidaklah mudah, namun telepas dari berbagai rintangan sebelum menikah, ada banyak kebaikan yang ditimbulkannya.

Orang mungkin jarang menyadarinya, namun menikah dengan orang yang dicintai mampu memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental yang besar, berdasarkan berbagai penelitian.

1. Mengurangi stres dan mencegah depresi

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Health and Human Services menemukan bahwa menikah mampu menurunkan kecenderungan depresi baik pada laki-laki maupun perempuan. Menjalani hidup dengan orang yang mampu membuat kita merasa terbuka, mengakui kekurangan diri dan tidak takut ia akan menghakimi merupakan cara melepaskan stres secara alami dan membuat hidup lebih kalem.

2. Pikiran lebih tenang

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychosomatic Medicine mengungkapkan bahwa hidup bersama dengan orang yang dikasihi serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman terbukti bisa menurunkan tekanan darah sehingga orang merasa lebih tenang, tidak merasa teralu cemas ataupun terlalu khawatir.

3. Tidur lebih nyenyak

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science terhadap 700 pasangan menikah menemukan bahwa menikah dengan orang yang dicintai mampu membuat kualitas tidur lebih baik. Orang tidur lebih nyenyak dan lama di malam hari sehingga kualitas hidup juga lebih baik.

Hasil-hasil penelitian di atas sebenarnya tidak mengejutkan, karena ketika kita berada dalam hubungan cinta di mana kita merasa didukung, diterima dan dicintai, kita akan merasa aman dan nyaman dengan sendirinya. Bagaimana denganmu, Sahabat Fimela? Sudah menemukan manfaat kesehatan menikah juga?

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Menghirup Aroma Jeruk Segar Ampuh Hilangkan Stres, Menurut Penelitian
Artikel Selanjutnya
Mencium Aroma Bunga Lavender Bantu Atasi Insomnia, Menurut Studi