Sukses

Lifestyle

Pahlawanku adalah Mereka yang Menebar Kebaikan tanpa Imbalan

Fimela.com, Jakarta Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita. Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.

***

Oleh: S - Tangerang

Sebagai seseorang yang pernah berpindah-pindah tempat tinggal dan sekolah, kepribadianku menjadi tertutup. Bisa dikatakan bahwa aku ini pendiam, takut bertemu orang baru, dan takut salah bicara. Beruntungnya pada suatu hari dapat bergabung menjadi peserta magang di sebuah komunitas yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Pendiri komunitas tersebut saat pertama kali bertemu dengan para peserta magang yang salah satunya adalah aku, ia mengatakan, “Kita jangan takut dengan potensi diri sendiri.”

Bagiku kepribadian pendiri komunitas tersebut mencerminkan seorang pahlawan yang sangat aku kagumi. Dirinya tak kenal lelah menebarkan kebaikan untuk lingkungan sekitar dan tak mengharapkan imbalan. Hal itu bisa dilihat dan diamati setelah beberapa bulan aktif di komunitas.

Aku mengikuti berbagai kegiatan seiring berjalannya waktu, di antaranya menggelar buku diberbagai tempat, menjadi peserta acara bedah buku, dan menjadi peserta di berbagai acara lainnya. Jarak yang tidak dekat mengajarkanku bahwa apa pun yang membuat kita bertumbuh sudah selayaknya kita perjuangkan.

 

Semangat yang Membara

Berkenalan dengan orang-orang yang sefrekuensi membuat semangat membara. Sebagai peserta magang kala itu, aku mendapati adanya penilaian yang sudah dibuat sedemikian rupa. Tentang keaktifan menulis, meresensi buku hingga kegiatan lainnya. Dari saat itu menjadi terpacu untuk berusaha aktif sebaik-baiknya. Mungkin tidak banyak berpengaruh di lingkungan sendiri, tapi sangat terasa manfaatnya di kehidupanku hingga saat ini dapat menemukan jati diri.

Pahlawanku adalah pendiri komunitas juga para relawan. Dari mereka yang secara sukarela menebarkan kebaikan melalui kemampuannya masing-masing menjadi contoh bagaimana aku melangkah di hari berikutnya. Mereka ada yang hobi menulis, membaca buku, aktif di kegiatan diskusi, pegiat lingkungan hidup, dan seniman.

Seringkali teringat momen ketika menjadi bagian di sebuah acara festival. Melihat orang tua serta anak-anak yang dapat membaca dan meminjam buku secara gratis membuatku terharu karena hal itu tidak aku dapatkan di masa kecil. Ya, dikarenakan kurangnya akses bacaan. Bergabung dengan komunitas rasanya seperti membalas rasa haus akan bacaan di masa tersebut.

Ada juga kegiatan yang takkan terlupakan yaitu daur ulang sampah. Meski tidak pernah hadir pada saat kegiatan berlangsung akan tetapi ada pelajaran berharga yang sampai saat ini aku renungkan. Mengenai sampah yang dibuang ke kali, sungai, dan laut sungguh membuatku sangat sedih. Komunitas tiada hentinya mengedukasi masyarakat untuk mendaur ulang dan bijak mengelola sampah melalui cara yang sederhana.

Aku sangat bersyukur mengenal orang-orang hebat yang ada di komunitas. Kini kami sudah lama tidak bertemu karena terpisahkan oleh rutinitas juga jarak yang semakin terasa.

“Mereka adalah perantau yang memiliki masanya untuk pulang.”

Aku di Masa Mendatang

Yang membuat kita takut adalah pikiran kita sendiri. Kesadaran akan ketakutan itu muncul ketika mengalami titik balik kehidupan. Secara tak sengaja aku mengambil pelajaran berharga melalui komunitas yang sejak setahun lalu menjadi cerita hidup terindah. Di sana aku belajar bahwa menjadi baik tidak menunggu banyaknya harta. Keberadaan kita dengan segala potensi yang ada justru sangat dinantikan oleh lingkungan sekitar.

Aku mulai mencintai diri sendiri dengan terus mencari arti bahagia yang sesungguhnya melalui komunitas. Ya, lambat laun pencarian arti itu terjawab dengan cara menerima kekurangan dan menjadikannya pemicu untuk terus menjadi lebih baik lagi.

“Aku di masa mendatang bukanlah seseorang yang pantang menyerah, takut akan kegagalan apalagi takut berbicara.”

Terinspirasi dari kebaikan orang-orang yang ada di komunitas, aku pun ingin menjadi baik melalui hal-hal yang bisa aku lakukan. Terima kasih komunitas, terima kasih para pahlawanku. Semoga suatu hari nanti dapat bertemu kembali.

 

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Pengumuman Pemenang Share Your Stories: My Hero My Inspiration
Artikel Selanjutnya
Bagi Perempuan, Bekerja Penuh Waktu Bukanlah Suatu Kejahatan