Sukses

Lifestyle

Hindari Kesalahan Besar Saat Membuat Resolusi Tahun Baru 2020

ringkasan

  • Resolusi tahun baru kerap kali gagal terpenuhi.
  • Hal ini biasanya disebabkan karena melakukan kesalahan ketika berusaha untuk memenuhi resolusi tersebut.

Fimela.com, Jakarta Menjelang tahun baru hingga awal Januari, media sosial pasti dipenuhi beragam resolusi tahun baru.  Mulai dari menurunkan berat badan, hidup lebih sehat, hingga komitmen-komitmen lainnya. Tidak mudah, resolusi kerap kali tidak terpenuhi. Allih-alih menjadi sebuah goal di tahun baru yang seharusnya dipenuhi, resolusi menjadi hanya sekadar postingan di media sosial. 

Shape.com menulis, ada 80% orang yang akhirnya menyerah di bulan Februari. Menurut Kris Cueva, seorang instruktur Burn 60 Studios, salah satu kesalahan terbesar yang membuat orang tidak bisa memenuhi resolusi akhir tahun mereka adalah langsung menjalaninya dalam minggu pertama. 

Pasalnya, meski hanya ada 1 goal dalam resolusi, ada beberapa langkah yang harus Sahabat Fimela lewati. Sementara itu, orang-orang yang gagal memenuhi resolusinya, menurut Kris, cenderung melakukan seluruh langkah sekaligus. Ini yang biasanya membuat resolusi terasa berat untuk dilakukan. 

Over Training Syndrome

Cobalah untuk mengingat kembali bagaimana kamu memenuhi resolusi tahun kemarin. Kesalahan selanjutnya yang juga banyak dilakukan orang adalah over doing. Biasanya, kesalahan ini dilakukan ketika resolusinya adalah menguruskan berat badan, hidup sehat, atau olahraga/gym. Namanya, over training syndrome. 

Over training syndrome merupakan kecenderungan giat berolahraga melebihi kapasitas dan keharusan dalam jangka waktu seminggu pertama. Biasanya, kamu akan kelelahan dan banyak bagian otot yang sakit karena terlalu banyak berolahraga. 

Akibatnya, kamu akan berolahraga hanya dalam waktu sekitar seminggu atau dua minggu kemudian berhenti karena merasa terlalu berat atau lelah. Akhirnya, resolusi tahun baru pun tidak terpenenuhi. 

#Growfearless with FIMELA

;
Loading