Sukses

Lifestyle

Fokus Jaga Kesehatan, Abaikan Sindiran Orang Lain Soal Fisikmu

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Anita Kasifah - Garut

Apakah kamu pernah merasa insecure saat mendengar komentar negatif orang lain tentang diri kamu? Orang lain bisa dengan mudahnya complaining about your body, skintone, dan segala kekurangan dalam diri kamu dengan mudahnya. Pernah nggak sih kamu berandai-andai bisa menjadi atau memiliki sesuatu seperti orang lain? Well, you are not alone. I feel the same too.

Tanpa kita sadari, sangat mudah sekali mengolok-olok, mengomentari fisik, dan kekurangan seseorang. For example, pertama ketemu teman atau saudara yang bertanya, "Eh, kok sekarang gendutan?" "Eh, kok kamu keliatan item ya sekarang" "Masih kerja di posisi yang sama nih? Orang lain udah pada naik jabatan juga." Menurutku, itu seperti sudah jadi budaya saja gitu. Most people do not care about that. Ada orang yang menganggapinya santai dan tidak terlalu dipikirkan, tapi tak sedikit juga yang menanggapinya serius. If you ever feel that, believe me dalam hati kamu pasti kamu nanya, "Why is their life better than mine?" Then, you find yourself feeling uncomfortable dan menjadi tidak percaya diri.

Aku personally pernah merasa insecure saat orang lain mengomentari fisik aku yang tidak terlalu tinggi, gendut, dan item yang menurut orang lain aku tidak cantik terlebih aku dinilai temperamental. Aku merasa insecure dan tidak percaya diri. Hal tersebut membuatku kurang pandai bergaul dan tidak memiliki terlalu banyak teman. Well, beberapa bulan kemudian, aku mencoba diet tapi dietnya tidak sehat karena kebodohan dan ketidaktahuan aku mengenai diet yang baik itu seperti apa hingga aku dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari karena kondisi tubuh aku yang kian memburuk bahkan aku sudah tidak menstruasi selama lima bulan terakhir.

Jaga Kesehatan

Setelah kondisiku membaik, aku mulai lagi dari awal. Aku menjalani diet sehat, rutin berolahraga, mengubah sikap temperamental aku, introspeksi diri aku to be a better person, sampai akhirnya aku bisa memperbaiki postur tubuh aku menjadi lebih proporsional. Guess what? Sekarang dengan postur tubuh aku saat ini, masih banyak orang yang sering mengomentari fisik aku. "Eh, tuh cewek tinggi banget kayak tiang listrik," dan sebagainya. Well, people can be extraordinarily judgmental and closed minded to anyone different. I look to a day when people will not be judged by their body shape, the color of their skin, but by the content of their character.

It’s kind like little bit hard to stop it tapi kita bisa mengurangi kebiasaan itu dimulai dari diri sendiri. Coba untuk mengganti topik pembicaraan tentang fisik, kekurangan, dan mengomentari kejelekan orang lain dengan topik yang lebih menarik dan bermanfaat.

At the end of the day, kita hanya perlu accept and love ourselves. But, loving ourselves bukan berarti kita makan makanan berlemak, tinggi kalori, tidak berolahraga, dan melakukan segala hal yang kita suka tanpa aturan. Kita tetap harus menjaga pola makan, berolahraga, dan menjaga kebersihan diri. So, itu cerita tentang insecurity dan how did I change myself to be a better person. What about you?

#GrowFearless with FIMELA

Loading