Sukses

Lifestyle

Setelah Perceraian, Anak Menjadi Penguat Diri Bertahan Hadapi Segalanya

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Iva Zuroidah - Sidoarjo

Resolusi di tahun 2020 ini aku harus bisa menerima setiap kenyataan pahit dalam hidup dan bangkit dari keterpurukan yang sekian lama tertahan. Kedua hal tersebut tidak mudah untuk kita terima kehadirannya, karena cobaan datang tidak mengenal waktu, situasi, dan kondisi.

Dua tahun ini adalah masa-masa tersulitku dalam menjalani dan mengatasi rintangan hidup. Mulai dari mertua toxic, suami anak mama, pisah ranjang/rumah pasca melahirkan anakku yang baru berusia 24 hari, berstatus janda gantung selama lebih dari satu tahun, hingga menerima keusilan orang-orang di sekitar dalam urusanku karena kami bertetangga.

Tumpukan masalah demi masalah membuatku sedih karena luka batin yang belum tersembuhkan. Hanya memo di HP yang masih setia menjadi peneduhnya. Tuhan juga tahu meski suara dan tangisku terbungkam rapat-rapat. Doa pun selalu jadi andalan untuk orang-orang yang telah dirundung masalah.

Tadinya, aku menginginkan masa laluku yang kelam akan berakhir. Ya, minimal untuk orang-orang apalagi seseorang terdekat untuk tidak membahas luka masa laluku. Apalagi ketika membahas sesuatu lalu dikaitkan dengan kegagalanku. Tapi nyatanya sengaja atau tidaknya pasti akan ada saja orang-orang yang usil terhadap kita.

Anak adalah Penguatku

Memang itulah kenyataan hidup yang dinamis. Bergerak cepat-lambat tergantung masing-masing individu. Kita tidak bisa mengontrol ucapan dan tindakan orang lain sekalipun orang terdekat kita. Tapi seringkali kitalah yang harus menahan diri dari ketidaknyamanan atas risaunya perilaku orang-orang dengan bertujuan mencegah munculnya masalah baru.

Dan alhamdulillah setelah digantung dengan status yang tidak jelas, akhirnya dua tahun kemudian aku telah resmi menyandang status sebagai janda di mata agama dan pemerintah. Sudah cukup lama aku menutupi kenyataan yang harus kuakui. Selama itu pula aku masih mencari ketenangan jiwa. Yang telah kutemukan masih pada diri anakku. Kamulah penguat hati ummi, Nak.

Ketika orang-orang telah acuh untuk saling menentramkan, ada anak yang menjadi penawar pilu dan rindu. Senyum dan tawa-candanya setia menemani terjangan kehidupan.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Bergerak dari Zona Nyaman Menuju Perubahan yang Lebih Baik
Artikel Selanjutnya
Jangan Menyalahkan Tuhan Atas Satu Hal yang Belum Dia Beri