Sukses

Lifestyle

Mencoba Ikhlas setelah Dikhianati, tapi Kenapa Hati Masih Perih?

Fimela.com, Jakarta Dikhianati oleh orang yang paling kita cintai memang tak mudah. Dikhianati oleh seseorang yang paling kita pedulikan selalu menimbulkan luka. Bahkan ketika kita sudah mencoba mengalah hingga akhirnya berusaha untuk ikhlas, hati pun masih terasa perih.

Mungkin di antara kita ada yang pernah atau sedang merasakan hal ini. Kita sudah berusaha untuk ikhlas dan mengalah, tapi ternyata yang terjadi hati kita masih terasa perih. Sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk lebih merelakan segalanya, tapi kenyataannya masih ada rasa sakit yang ada di dalam diri.

Mungkin Kita Memang Masih Butuh Waktu

Setiap orang punya cara sendiri untuk sembuh dan pulih. Mungkin memang saat ini kita masih butuh waktu. Masih perlu waktu untuk mencerna semua. Memang saat kita baru saja mengalami sesuatu yang menyakitkan, sulit untuk berpikir jernih. Sulit untuk berusaha meluruskan keadaan. Tak apa. Kita hanya perlu waktu yang lebih banyak saja. Tak perlu terlalu keras pada diri sendiri.

Mungkin Luka yang Kita Rasa Lebih Dalam dari Dugaan Kita

Yang kita kira luka yang kita dapat ini ringan. Namun, mungkin yang tak kita sadari adalah ternyata luka yang kita rasakan ini dalam. Lebih dalam dari dugaan kita. Sehingga proses untuk bisa benar-benar sembuh juga tidak sebentar. Saat ini kita perlu memfokuskan diri untuk mencoba menyembuhkan diri terlebih dahulu. Mencari dan mengusahakan berbagai upaya untuk bisa menenangkan diri.

Mungkin Kita Masih Terlalu Menyalahkan Diri Sendiri

Iya, orang yang paling mudah kita salahkan atas berbagai kondisi adalah diri kita sendiri. Kita menyalahkan diri sendiri yang mungkin telah salah membuat pilihan. Kita menyalahkan diri yang merasa belum bisa memenuhi keinginan semua orang. Kita menyalahkan diri atas "nasib sial" yang kita terima. Sehingga, berbagai pikiran negatif masih ada di dalam diri kita. Mungkin dalam ucapan kita sudah bilang ikhlas, tapi di dalam hati kita masih terlalu berat dan tak sanggup menghadapi situasi yang ada.

Dalam proses untuk menenangkan dan menyembuhkan diri sendiri, sebaiknya tak perlu buru-buru. Jika memang masih ingin menangis, izinkan saja dirimu menangis. Saat ini fokusmu adalah untuk berbaik hati pada dirimu sendiri. Serta, berterima kasih pada dirimu yang masih bisa bertahan hingga detik ini.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Cara Sederhana Kembali Percaya Diri setelah Patah Hati
Artikel Selanjutnya
Ada Cahaya yang Redup saat Kita Kehilangan Seseorang untuk Selamanya