Sukses

Lifestyle

Bosan Mendengarkan Sahabat yang Hobi Curhat Soal Pasangannya?

Fimela.com, Jakarta Saat kamu menjalin hubungan cinta, sesekali curhat melampiaskan kepada teman-teman terdekat tentang pasanganmu merupakan hal yang wajar. Hal itu dapat membantu kamu memproses kondisi, perasaan atau menempatkan masalah tertentu dalam berbagai perspektif. Tetapi ketika keluhan itu terjadi terus-menerus, maka kamu akan menjadi tidak produktif dan bisa membuat persahabatan menjadi renggang dan membosankan.

Mendengar seorang teman curhat dan mengeluh berulang kali mulai mewarnai persepsi kamu tentang pasangannya. "Jika mereka hanya memberi tahu kamu tentang aspek negatif dari hubungan dan pasangan mereka, mereka akan memberi kamu gambaran hubungan yang tidak lengkap dan mungkin tidak akurat," tutur seorang terapis Chicago Anna Poss mengatakan kepada HuffPost. "Kemudian mungkin kamu akan sedikit tidak menyukai pasangan temanmu dan menjadi frustrasi dengan mereka karena tetap dalam hubungan yang menurutmu sepenuhnya negatif," tambahnya. 

Menurut Nicole O-Pries, seorang terapis di Virginia Affirming Counseling di Richmond, Virginia jika seorang sahabat mengandalkan sesi curhat bersama kamu untuk menangani masalah percintaannya, alih-alih membicarakannya dengan pasangannya, itu bisa merugikan hubungan mereka sendiri. 

Di bawah ini, beberapa penadapat dan saran dari para terapis bagaimana cara merespons teman yang sering mengeluhkan pasangannya kepadamu:

Jangan takut untuk menetapkan batas

Dilansir dari Huffpost Hubungan yang sehat harus mampu menangani batasan yang sehat. "Jadi bukan hal yang salah untuk menempatkan beberapa parameter waktu, di mana kamu memiliki saat-saat yang tepat yang didedikasikan untuk percakapan negatif tentang pasangan mereka." kata Anna Poss.

"Kamu bisa mengatakan sesuatu seperti itu. Saya perhatikan bahwa ketika kita berbincang bersama teman, sebagian besar isi percakapan itu adalah tentang hubungan. Hal itu akan sangat berarti jika kita dapat menghabiskan waktu bersama untuk memperbincangkan aspek-aspek lain dari kehidupan kita." tambahnya.

Menahan diri untuk memberi mereka nasihat, kecuali mereka memintanya.

Setelah mendengar temanmu terus-menerus curhat untuk kesekian kalinya membicarakan tentang bagaimana pasangan mereka tidak pernah membantu mereka dalam urusan pekerjaan, kamu mungkin berpikir, mengapa dia tidak mengakhiri hubungannya? Tapi simpan penilaian itu, karena menyuarakan pendapat bisa menjadi bumerang untuk dirimu sendiri.

"Ingatlah bahwa kamu bukan orang yang menjalin hubungan dengannya. Jika kamu menemukan sesuatu yang menyebalkan atau bahkan menghancurkan harimu, mungkin tidak terjadi untuk temanmu." Ungkap Caroline Madden terapis pernikahan dan keluarga mengatakan kepada Verily Magazine.

" Tidak perlu menekan seseorang untuk mengakhiri hubungannya sekalipun jika dia mengatakan dia ingin putus atau itulah yang menurutmu harus terjadi. Apa yang masuk akal bagi kamu akan terasa seperti terlalu banyak tekanan untuknya."

Sarankan mereka berbicara dengan seorang profesional

Ingat, kamu adalah teman mereka, bukan terapis mereka, yang bisa kamu lakukan adalah mendengarkan. "Memberi tahunya bahwa masalah hubungan mereka tak bisa kamu selesaikan, sarankan agar mereka konsultasi dengan konselor atau terapis profesional." jelas Anna Poss.

Jika kamu mencurigai teman berada dalam hubungan yang beracun, berikan dukungan

Ada perbedaan besar antara seseorang yang meratapi pasangannya karena kebiasaan-kebiasaan yang menyebalkan, dan seseorang yang hubungannya dapat mengancam kesejahteraan emosional atau fisik mereka. Banyak korban pelecehan yang tidak membuka diri kepada teman-teman mereka tentang dinamika beracun dalam hubungan mereka.

Jadi, jika seorang teman bercerita padamu, bertindaklah sebagai tempat yang aman dengan mendengarkan ketika mereka ingin berbicara, menawarkan mereka tempat tinggal atau membantu mereka menemukan terapis atau sumber daya lainnya."

Penulis: Iffah Nurahmah

#changemaker

;
Loading