Sukses

Lifestyle

Upaya yang Dilakukan Jika Terkena Virus Corona Mulai dari Deteksi Dini Hingga Cara Pengobatannya

Fimela.com, Jakarta Virus corona atau CoV, merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit, dengan gejala ringan sampai berat. Jenis virus corona terdahulu yang diduga menyebabkan penyakit dengan gejala gejala berat adalah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Sekarang virus corona penyebab penyakit COVID-19, muncul dan belum pernah teridentifikasi pada manusia.

Penyebaran Virus Corona penyebab penyakit Covid di Indonesia, semakin bertambah setiap hari. Berita-berita tentang virus corona pun semakin banyak. Masyarakat dihimbau oleh pemerintah agar tidak panik. Penyebaran Vvirus corona pertama kali terjadi di Wuhan, China.

Orang yang terinveksi virus corona, akan memiliki gejala umum seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat, virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Baru-baru ini ditemukan bahwa seseorang tanpa gejala dapat terinfkesi virus corona.

Jika Sahabat Fimela terkena virus Corona, Ada banyak Upaya yang dilakukan jika terkena virus corona. Pada artikel kali ini, Fimela akan membahas yang dilakukan jika terkena virus corona, mulai deteksi dini hingga cara pengobatannya.

Kalau Badan Mulai Terasa Tidak Sehat

Deteksi dini jika terkena virus corona, badan akan merasa tidak sehat. Gejala awal akan menimbulkan demam hingga 38℃. Demam tersebut akan disertai batuk dan pilek.

Gejala awal dapat disembuhkan dengan istirahat yang cukup di rumah. Mengkonsumsi makanan yang bergizi. Jika perlu minumlah obat pereda panas untuk membuat demam turun.

Gejala virus corona selanjutnya, seseorang akan mengalami kesulitan bernafas. Bagian rongga dada akan mengalami sesak. Kalau muncul gejala tersebut, segeralah berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Segera Pergi ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes)

Pada saat berobat ke fasyankes, jangan lupa menggunakan masker. Tetapi pabila tidak punya masker, Sahabat Fimela dapat menjaga jarak dengan orang lain. Jangan lupa membawa tisu untuk menutup mulut ketika batuk.

Upaya yang dilakukan jika terkena virus corona, ketika pergi ke fasyankes, seseorang yang terkena virus corona tidak boleh menggunakan transportasi umum. Karena bisa menyebarkan virus kepada orang lain.

Upaya yang Dilakukan Fasyankes

Ketika Sahabat Fimela pergi ke fasyankes, Tenaga kesehatan (nakes) di fasyankes akan melakukan screening suspect COVID-19. Pasien akan diperiksa untuk mengetahui positif atau negatif terinveksi virus Corona.

Orang yang memenuhi kriteria COVID-19, atau orang yang suspect COVID-19, maka orang tersebut akan dirujuk kesalah satu rumah sakit (RS). Rumah sakit yang di tuju harus rumah sakit yang siap untuk penanganan COVID19.

Namun, kalau orang tidak memenuhi kriteria COVID-19 atau hasilnya tidak suspect, maka orang tersebut akan dirawat inap di fasyankes tersebut. Diagnosa dan keputusan dokter juga bisa membuat pasien melakukan rawat jalan.

Jika Positif Terinveksi Corona

Dilansir dari ebook Pedoman Kesiapasiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID, milik Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, pasien yang positif corona akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Pada saat pasien akan diantar ke RS rujukan, tenaga kesehatan dari fasyankes akan menggunakan ambulan. Tenaga kesehatan juga harus menggunakan alat pelindung diri atau APD.

Sesampainya di rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan akan melakukan pengambilan spesimen. Spesimen dilakukan untuk melakukan uji coba dan untuk diagnosis suatu penyakit. Pengambilan spesimen di lakukan di laboratorium.

Kemudian, spesimen akan diperiksa oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar setelah 24 jam.

Hasil Pemeriksaan Lab

Kalau hasilnya pertama positif, pasien tidak akan langsung dinyatakan sebagai penderita COVID-19. Sampel spesimen akan diambil setiap hari dan akan di periksa berulang.

Pemeriksaan berulang dilakukan untuk memastikan bahwa pasien positif corona. Tetapi, pemeriksaan kedua dan ketiga negatif hasilnya negatif, maka pasien akan dirawat sesuai dengan penyakit yang muncul dari hasil pemeriksaan.

Pasien yang dinyatakan positif, akan dirawat di rumah sakit rujukan. Pasien akan di rawat di ruang isolasi. Keluarga juga tidak boleh menemuinya.

Jika Badan Sehat, Setelah Berpergian

Tanpa disadari, pasti sebagian dari kalian, akhir-akhir ini pergi ke luar negeri atau luar kota yang terjangkit COVID-19, atau pernah bertatap muka dengan orang yang positif. Jangan khawatir dan jangan panik.

Sahabat Fimela tidak perlu terburu-buru pergi ke fasyankes. Kenali dulu gejala-gejala yang muncul. Berdiam dirilah di rumah, ijin bekerja dirumah saja dan lakukanlah social distancing. Lakukanlah selama kurang lebih 14 hari. Karena virus apapun tidak akan bisa bertahan lebih dari 14 hari.

Kalau mengalami gejala-gelaja, upaya yang dilakukan jika terkena virus corona, bisa menghubungi hotline yang sudah disiapkan masing-masing daerah, atau bisa langsung pergi ke fasyankes sendirian. Gunakanlah masker, agar orang sekitar atau keluarga tidak tertular.

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Mudah untuk Mencapai Impian dan Kesuksesan
Artikel Selanjutnya
7 Manfaat Rutin Melakukan Yoga Selama di Rumah Saja