Sukses

Lifestyle

Cara Mengatur Bahan Makanan yang Harus ada Selama Bulan Ramadan

Fimela.com, Jakarta Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu. Pada saat berpuasa tubuh akan sedikit kekurangan zat gizi.

Agar zat gizi tetap seimbang, bahan makanan selama bulan Ramadan harus diatur dengan benar.

Sahabat Fimela bisa mempersiapkan bahan-bahan makanan pada akhir pekan sebelum bulan puasa tiba. Yuk simak cara mengatur bahan makanan yang harus ada selama bulan Ramadan, yang dilansir dari liputan6.com:

Bumbu dan Rempah

Bumbu dan rempah adalah bahan baku utama ketika membuat sebuah masakan. Tanpa bumbu dan rempah, masakan akan terasa hambar.

Bumbu dan rempah adalah bahan utama yang harus ada dalam daftar belanja. Dimasa seperti sekarang ini, lebih baik menyiapkan bumbu dan rempah untuk 1 bulan.

Waktu menyimpan bumbu dan rempah, harus disesuaikan dengan jenisnya, agar aromanya tidak tercampur.

Ada beberapa bumbu dan rempah yang cepat membusuk dan mengering. Sehingga harus disimpan di tempat yang tidak mudah terkena matahari, tidak dekat dengan kompor ataupun yang bersuhu lembab.

Bumbu dan rempah bisa dibungkus dengan kertas, kemudian dimasukkan ke dalam wadah.

Untuk menyimpan bawang merah dan bawang putih, taruh ke dalam plastik yang sudah dilubangi, dan bisa ditaruh lemari es.

Roti dan Sereal

Bagi yang sedang diet dan tidak mengonsumsi nasi, roti dan sereal adalah bahan makan yang harus ada selama bulan Ramadan.

Sereal atau oatmeal bisa dimakan untuk sahur, dan disiapkan pada malam harinya, contohnya dibuat overnight oatmeal.

Untuk roti lebih praktis dikonsumsi. Roti bisa langsung dikonsumsi saat sahur maupun buka puasa.

Roti dan sereal sangat mudah menyimpannya. Roti bisa disimpan di freezer agar lebih renyah dan tahan lama.

Untuk sereal bisa disimpan ditoples maupun di wadahnya. Lalu bisa ditaruh disuhu ruangan maupun lemari es.

Namun untuk roti dan sereal harus diperhatikan tanggal kadaluarsanya. Biasanya roti tidak akan bertahan lebih dari seminggu. Namun kalo sereal lebih bisa disimpan dalam jangka waktu lama.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah bahan makanan yang mengandung mikronutrisi. Kacang-kacangan sangat bagus dikonsumsi untuk menambah zat gizi pada saat bulan Ramadan.

Kacang-kacangan adalah bahan makanan yang bisa disimpan dengan jangka waktu yang lama. Asal disimpan pada tempat yang kering.

Kacang-kacanagan juga bisa dimasak menjadi hidangan pembuka saat berbuka puasa. Seperti bubur kacang hijau. Atau bisa dibuat menjadi olahan saos kacang pada sate.

Kacang-kacangan bisa disimpan pada toples yang tertutup. Hindarkan toples dari sinar matahari, kompor dan tempat yang lembab.

Mie dan Pasta

Mie dan pasta bisa dijadikan bahan makanan sebagai pengganti nasi. Namun mie dan pasta tidak boleh dikonsumsi setiap harinya.

Mie dan pasta bisa dimasak dengan menggunakan bumbu-bumbu yang ada di rumah. Tidak harus selalu menggunakan bumbu instan yang sudah ada di dalam kemasan.

Mie dan pasta juga bisa dimasak menggunakan sayuran-sayuran, agar lebih nikmat dan bergizi saat dinikmati.

Cara menyimpan mie dan pasta sangatlah mudah. Taruh dialmari makanan yang kering dan tidak lembab.

Namun sebelum membeli mie dan pasta, pastikan Sahabat Fimela cek tanggah kedaluarsanya. Agar tidak membuat perut sakit.

Tepung

Tepung biasanya digunakan untuk membuat olahan roti atau gorengan pada saat buka puasa. Tepung juga bisa dipakai untuk membuat lauk seperti ayam atau perkedel.

Tepung juga bisa diolah untuk dijadikan nuget, sehingga bisa disimpan di freezer dalam bentuk nuget, dan bisa dikonsumsi pada saat sahur.

Tepung sangat mudah disimpan. Tepung bisa disimpan diwadah plastik maupun toples kaca.

Namun toples harus dipastikan tertutup rapat. Karena jika tidak tertutup rapat, kutu atau semut bisa masuk ke dalam tepung.

Tepung bisa disimpan di tempat yang sejuk. Tepung juga bisa disimpan selama 2 hari di dalam lemari es. Agar terhindar dari telur kutu atau serangga.

Telur

Telur adalah bahan makanan yang wajib ada. Karena sebagian makanan lebih nikmat diolah menggunakan telur.

Selain itu, telur juga memiliki banyak kandungan zat gizi. Sehingga membuat badan tetap sehat pada saat puasa.

Telur bisa disimpan di lemari es. Namun harus diperhatikan pada saat membeli telur, karena beberapa telur yang dijual ada yang usianya sudah lama dan bisa membusuk.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading