Sukses

Lifestyle

Berawal dari Karantina Mandiri, Terbuka Pintu Rezeki dari Pembuatan Masker

Fimela.com, Jakarta Mengubah rutinitas di tengah panedemi virus corona ini memang tidak mudah. Mengatasi rasa cemas dan was-was pun membuat kita tak nyaman. Kita semua pun berharap semua keadaan akan segera membaik. Melalui Lomba Share Your Stories: Berbagi Cerita tentang Pandemi Virus Corona ini Sahabat Fimela berbagai cerita dan harapannya di situasi ini. Langsung ikuti tulisannya di sini, ya.

***

Oleh: Florentina Retno Parwiyati

Semenjak harus tetap di rumah ada aktivitas berbeda yang saya lakukan. Kesibukan saya sehari-hari adalah sebagai penjahit untuk pesanan baju perorangan dan juga penulis freelance untuk sebuah aplikasi pariwisata.

Tepat sehari sebelum dinyatakan siswa belajar di rumah, saya melakukan perjalan ke Kota Cilegon untuk menghadiri undangan pernikahan kerabat. Waktu itu hari Sabtu, dan hari Minggu Walikota Solo menyatakan mulai Senin besok siswa belajar di rumah untuk mencegah penularan Covid19. Meskipun tinggal di Jogja saya berangkat dan pulang dari Cilegon lewat Solo, karena ada keponakan yang ikut dan harus dijemput dari Solo. Sepulang dari Cilengon walaupun merasa sehat, saya tertib mengikuti anjuran karantina mandiri selama 14 hari, karena usai bepergian dari daerah terdampak dan saya menggunakan angkutan umum.

Selama melakukan karantina mandiri saya mulai membuat masker dari kain dan berjanji akan membagikan secara gratis kepada tetangga dan siapa pun yang mau menggunakan masker kain buatan saya. Kurang lebih ada 200 masker kain yang bisa saya hasilkan. Dan sebagian besar memang saya bagikan secara gratis. Sampai ada apotek yang meminta saya menitipkan masker untuk dijual ditempatnya. Saya pun mengiyakan, dan berpikir ini rezeki dari Tuhan, tidak boleh dilewatkan.

 

Membuat Masker

Dari berbagi masker itu jugalah akhirnya berbuah berkat, sebuah perusahaan meminta saya untuk membuat masker untuk dibagikan kepada karyawannya. Kali ini tentu berbayar dan rasa syukur tak henti-hentinya terucap karena tidak pernah menyangka dari berbagi berbuah berkat. Dan sampai hari ini menjadi rutinitas saya selama sebulan terakhir ini dan masih berlangsung sampai tanggal 30 April 2020 ini.

Bangun pagi say thanks to Allah atas kesehatan, rezeki, dan nikmat yang terus dilimpahkan. Memasak, beres-beres rumah, berjemur, olahraga sebentar, mandi setelah mandi mulailah mengerjakan masker mulai memotong, menjahit sampai mengemas. Dari pukul 09.00 sampai sore sekitar pukul 16.00-17.00 dengan jeda istirahat sebentar. Malam kadang masih lanjut merapikan dan mengemas.

Walau monoton tapi ini menjadi berkat yang luar biasa untuk saya dan keluarga. Semoga kalian yang membaca juga bisa selalu mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah dan menemukan jalan Rahmad yang telah disediakan Allah untuk menjadi berkat dan kekuatan dalam menghadapi pandemi ini. Semoga pandemi covid19 cepat berlalu dan bisa melakukan aktivitas nomal dan kita semua diberikan kesempatan untuk hidup lebih baik.

#ChangeMaker

;
Loading