Sukses

Lifestyle

3 Penyakit Hati dalam Islam yang Bisa Menggugurkan Pahala Puasa

Dalam Islam, hati seseorang dianggap sebagai penentu sifat, baik buruknya seseorang ditentukan dari dalam hatinya. Dalam bahasa Arab, hati disebut dengan Qalbu. Hati memiliki peran penting pada akhlak seseorang karena merupakan tempat lahirnya perasaan.

Hati juga merupakan tempat bersemayamnya keburukan yang disebut dengan penyakit hati. Penyakit hati adalah penyakit atau gangguan yang ada pada hati dan perasaan manusia. Penyakit hati dalam islam bukanlah penyakit hati yang menyangkut kesehatan seperti penyakit liver, chirhosis, dan lain sebagainya.

Penyakit yang ada dalam hati setiap orang bisa mempengaruhi perilaku dan perbuatannya. Perihal mengenai penyakit hati ini disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125).

Setiap manusia pasti tidak luput dari penyakit hati yang bisa mempengaruhi sifat mereka, hanya saja letak perbedannya adalah pada tingkat ketakwaan seseorang. Manusia yang bertakwa pasti bisa mengontrol dirinya dari penyakit hati karena memiliki keimanan. Sebaliknya, mereka yang tidak bertakwa akan mudah terjerumus pada keburukan dan kesesatan yang kelak akan merugikan dirinya sendiri.

Agar kamu senantiasa terhindar dari penyakit hati maka, Fimela.com kali ini akan mengulas 3 penyakit hati dalam Islam yang bisa menggugurkan pahala puasa. Simak artikelnya berikut ini.

Iri Dengki

Penyakit hati yang pertama ialah iri dan dengki yang seringkali mudah menyelimuti perasaan manusia. Iri adalah orang yang tidak suka jika seseorang mengalami kebahagiaan. Sementara perilaku atau sifat dengki lebih kejam lagi, ia bukan hanya iri tetapi juga berharap agar kebahagiaan orang tersebut hilang dan berpindah padanya.

Adapun perintah untuk menjauhi penyakit hati iri dengi seperti pada firman Allah berikut ini:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nisa : 32).

Memiliki penyakit iri dengki bisa menggugurkan dan mengurangi pahala puasa karena sesungguhnya kamu sedang melakukan keburukan. Sekalipun itu tidak diucapkan tetapi malaikat dan Allah SWT mengetahuinya.

Maka dari itu, hindari sifat iri dengki karena sifat ini hanya akan menghancurkan dirimu sendiri dan membuatmu tidak bersyukur. Pahami bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT, tugas kita hanyalah berusaha dan berdoa.

Riya atau Suka Pamer

Kedua, penyakit hati yang bisa menggugurkan pahala puasa ialah riya atau suka pamer. Sifat ini sering tidak disadari oleh banyak orang karena berbanding lurus dengan naluri manusia itu sendiri. Setiap orang pasti ingin dipuji atau dilihat hebat oleh orang lain hingga secara tidak sadar mereka sering pamer dan itu menyakiti orang lain.

Sebaiknya kamu bisa menyembunyikan perbuatan baikmu seperti kamu menyembunyikan aibmu rapat-rapat. Biarlah dirimu dan Allah SWT yang tahu karena sebenarnya itu sudah cukup. Jika motivasimu berbuat baik ialah karena mengharap ridho Allah SWT maka, kamu tidak perlu pamer terhadap orang lain.

Sifat riya bisa menghilangkan pahala kebaikan itu sendiri sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Qs Al Baqarah 264).

Kikir

Terakhir, penyakit hati yang bisa menggugurkan pahala puasa ialah kikir atau sifat yang tidak mau atau memberikan sedikit hartanya pada orang yang membutuhkan sementara ia kelebihan harta. Perilaku ini adalah salah satu sifat buruk dan disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs Al Imran : 180)

;
Loading