Sukses

Lifestyle

Manusia Hanya Bisa Berencana, Semua pun Kembali pada Kehendak-Nya

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Reski Juliana Kartika

Ramadan tahun ini sungguh mengesankan bagiku. Mungkin bukan aku saja yang mengalaminya. Ramadan tahun ini kita sedang dilanda pandemi covid-19. Namun pandemi ini tidak menghalangi semua aktivitas Ramadan, bahkan bukan Indonesia saja yang mengalami pandemi ini seluruh dunia pun mengalaminya. Ya Ramadan tahun ini memang berbeda karena kita tidak bisa melaksanakan salat tarawih seperti layaknya tahun lalu, bahkan mungkin Ramadan tahun lalu peringatan bagi aku.

Di pandemi ini aku banyak bersyukur dan berterima kasih karena aku bisa berkumpul bersama keluarga tanteku, walaupun aku tidak bisa berkumpul dengan orangtuaku. Namun itu semua tak membuatku sedih. Aku tetap semangat menjalani Ramadan tahun ini. Ada rasa bahagia dan sedih dengan adanya pandemi ini. Ini semua bukanlah kehendak kita melainkan kehendak yang kuasa Allah SWT.

Aku bahagia tahun ini aku bisa berbuka puasa bersama keluarga dan bisa menyiapkan menu buka puasa bersama keluarga, dan bisa melaksanakan puasa pertama bersama keluarga. Tahun lalu aku sangat sibuk dengan pekerjaanku, walaupun aku kuliah aku tetap semangat bekerja dan puasa. Walaupun tidak bisa dengan orangtuaku, aku sedih tahun ini aku tidak bisa mudik, karena banyak sekali halangan. Semenjak libur kuliah tugas kami melalui online bahkan sampai praktik mengajar pun melalui online.

Tidak Mudik Dulu

Aku sudah merencanakan Ramadan tahun ini bersama keluargaku di Bengkulu namun semuanya kembali lagi pada Allah ternyata rencana lebih indah. Sudah dua minggu aku menyiapkan tiket keberangkatanku menuju ke Bengkulu. Namun saat aku ingin berangkat ternyata peraturan pemerintah pun sudah keluar. Larangan bermudik. Sedih sekali rasanya tahun lalu aku bisa musik, berkumpul bersama ayah, bunda, dan keluarga semuanya.

Namun tahun ini aku Ramadan lebaran bersama tanteku. Tak apa demi kesehatan dan kebaikan diri, di lain halnya pula Ramadan tahun mengajar aku kesabaran di mana aku dan tunanganku terpisah kota, karena tunangan kerja. Kami hanya bisa berkomunikasi melalui telepon dan video call. Rindu rasanya namun mau dikata apa semuanya sudah kehendak-Nya. Saling menjaga dan berkomitmen itu kuncinya.

Pandemi ini mengajarkan kita untuk hidup bersih, perhatikan lingkungan, dan menjaga diri dari polusi. Pandemi ini mempunyai dampak negatif dan positif. Negatinya adalah puluh ribuan karyawan dan karyawati banyak di PHK, sungguh sedih, dan mata pencaharian masyarakat pula dihentikan. Positifnya, dunia kian membaik, polusi udara mulai berkurang, lapisan ozon mulai membaik, dan sungai jernih kembali. Ini hanya sedikit dari teguran yang Allah SWT berikan, tetaplah bersyukur dan bersabar, di bulan Ramadan ini kita sama-sama berdoa kepada Allah SWT, agar pandemi ini berakhir di bumi pertiwi dan dunia. Tetap semangat dan besabar.

 

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Tiap Perempuan Punya Perasaan, tapi Tak Semua Bisa Jujur Memperlihatkan Emosinya
Artikel Selanjutnya
Tips Mengurangi Rasa Haus saat Puasa