Sukses

Lifestyle

Ramadan Syahdu tanpa Ibu, Kini yang Tersisa Hanya Rindu

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Ika Nofiyanti

Ramadan Kareem, bulan yang paling aku tunggu-tunggu setiap tahunnya. Suasananya dan kebersamaan dengan keluarga. Banyak hal di bulan ini yang bisa menjadi momen yang tidak pernah bisa terlupakan. Makan sahur, menyiapkan keperluan untuk berbuka puasa, dan kebersamaan saat sahur.

Sejak menikah dan tinggal bersama suami, praktis aku menghabiskan masa sebulan puasa dan bahkan Idulfitri di rumah mertua. Tetap menyenangkan dan berkesan, namun ada yang berbeda. Aku merindukan waktu bersama ibu dan keluarga di masa sebelum aku menikah. Karena jujur saja, meskipun aku bisa memasak dan aku yang menyiapkan semuanya, aku merindukan masakan ibu dan kebersamaan di sana. Salat tarawih, berbuka puasa, dan sahur bersama.

 

Tanpa Ibu Lagi

Tahun lalu adalah seperti impian yang menjadi nyata, di mana aku harus menetap di rumah ibuku karena tempat kerjaku yang berjarak lebih dekat dari rumah beliau. Sehingga aku dan anakku tinggal di sana. Bulan Ramadan yang aku lewatkan bertahun-tahun tanpa beliau akhirnya bisa kurasakan lagi. Bisa merasakan kebersamaan bersama keluarga, begitu dengan suamiku yang juga berada di rumah masa kecilku. Meski ibu tak pernah mengatakannya, aku tahu ibu juga merindukan masa-masa berkumpul seperti ini. Tentunya dengan cucu semata wayang yang sangat beliau sayangi. Benar-benar Ramadan dan Idulfitri yang menyenangkan.

Aku tidak pernah membayangkan, ibuku yang energik dan begitu nampak sangat sehat kembali sakit. Ramadan kali ini dan tahun-tahun yang akan datang kami tidak akan pernah bersama-sama lagi. Ibuku meninggal bulan Desember karena kanker yang ada di tubuhnya kembali hadir. Kami begitu kehilangan, terlebih di bulan Ramadan seperti ini. Tapi aku juga sangat bersyukur, kami bisa merasakan kebersamaan di tahun kemarin. Kami, terutama aku banyak belajar dari ibu. Tentang kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan, terutama di bulan suci ini.

Terima kasih, Ibu. Kami sangat merindukanmu. Terima Kasih Allah, telah mewujudkan impian kami berkumpul di bulan Ramadan sebelum ibu kembali ke pelukan-Mu.

 

#ChangeMaker

;
Loading