Sukses

Lifestyle

Peluang Karier Potensial Dicari di Tengah Pandemi Covid-19 Lewat Gelar Ini

 

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 membuat anjlok perekonomian yang berujung banyaknya pemutusan hubungan kerja dan karyawan yang dirumahkan. Para pencari kerja pun pesimistis mendapatkan peluang dalam kondisi yang masih tak menentu seperti sekarang ini.

Meski kondisi ekonomi global sedang tidak pasti, ada bidang industri yang tetap positif dengan permintaan tenaga kerja. Peluang karier tersebut semakin dibutuhkan di era revolusi industri 4.0 yang mengacu pada teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, kendaraan otonom atau Autonomous Vehicle, dan Internet of Things yang telah menyatu dengan kehidupan fisik manusia.

Untuk mendukung meningkatkan permintaan sumber daya berbasis keterampilan, MDIS memperkenalkan program baru Sarjana Teknik (Hons) Teknologi Robotika. Program ini mencakup semua komponen utama revolusi industri. 

Nantinya para siswa akan dilatih secara tingkat tinggi tentang robotika, termasuk otomasi mobile dan humanoid dan fokus pada elektronik dan perangkat keras yang mendukung industri dan layanan robotika. MDIS juga bermitra dengan University of Plymouth, Inggris dan melengkapi dengan pendekatan secara langsung.

"Sarjana Teknik Robot (Honours) Universitas Plymouth dirancang dengan cermat dan terstruktur dengan baik untuk memastikan peserta didik bergerak secara bertahap dari pendekatan berbasis pengajaran dalam dua tahun pertama ke pendekatan berbasis proyek di tahun terakhir. Tujuannya untuk mendorong dan mendukung siswa untuk mengembangkan sikap belajar dan keterampilan manajemen diri, seperti bekerja secara efektif di bawah kendala waktu dan sumber daya," ujar Kepala MDIS School of Engineering Dr Tham Yieng Wei.

 

Ikut Berperan dalam Mengendalikan Pandemi

Dengan Revolusi Industri Keempat, disrupsi adalah tantangan yang tak dapat terhindarkan untuk semua industri. Kini kita bisa memiliki asisten yang diaktifkan dengan suara atau voice-activated assistants, pengenalan ID wajah atau facial ID recognition, atau sensor perawatan kesehatan digital atau digital health-care sensors.

Inovasi dalam aplikasi AI seperti analisis data, pembelajaran mesin, chatbot, dan facial recognition, juga tidak hanya digunakan untuk diagnosisi, tetapi juga untuk pelacakan kontak dan pengembangan vaksin.

Coba pikirkan asisten yang diaktifkan suara (voice-activated assistants), pengenalan ID wajah (facial ID recognition), atau sensor perawatan kesehatan digital (digital health-care sensors). Inovasi dalam aplikasi AI  seperti analisis data, pembelajaran mesin, chatbot, dan facial recognition, tidak hanya digunakan untuk diagnosis tetapi juga untuk pelacakan kontak dan pengembangan vaksin.

Teknologi seperti itu tidak hanya membantu mengendalikan pandemi COVID-19, tetapi juga membantu mengurangi dampak terburuknya. Perubahan teknologi ini secara drastis mengubah cara individu, perusahaan dan pemerintah beroperasi, yang pada akhirnya mengarah pada transformasi masyarakat yang serupa dengan revolusi industri sebelumnya.

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Belanja Perlengkapan Secara Online untuk Lebaran
Artikel Selanjutnya
Cara Membuat Opor Ayam yang Tidak Amis