Sukses

Lifestyle

New Normal Adalah Beradaptasi dengan Kondisi Baru Daripada Meratapi

 

Fimela.com, Jakarta New normal adalah kondisi yang sebelumnya tidak familiar yang menjadi standar baru merujuk pada pengertian the new normal versi Lexico by Oxford. Untuk memudahkan kita mengerti makna tersebut, lexico memberikan beberapa contoh penggunaan the new normal dalam kalimat.

‘A lot of labor economists are telling me this is frankly the new normal.’ - "Banyak ahli ekonomi mengatakan pada saya, terus terang ini normal yang baru."

‘Scientists say that this could be the new normal for Florida.’- "Para ilmuwan mengatakan ini bisa menjadi normal baru untuk Florida."

 

Dari dua contoh kalimat yang diberikan, the new normal dilontarkan oleh orang-orang yang memiliki keahlian pada suatu bidang untuk memberitahukan kita bersiap memasuki fase baru. 

Seperti pemerintah yang sedang mempersiapkan new normal lewat protokol kesehatan untuk beradaptasi yang dijadikan standar baru di masa pandemi Covid-19. Bagaimana cara untuk mengontrol virus corona dan tidak tertular olehnya.

"Supaya menjadi minimal, kita tetap memutus rantai infeksi dengan cara adaptasi baru," ujar dr Tirta dalam siaran langsung BNPB, Rabu (27/5) menerangkan persiapan pemerintah 'Berdamai dengan Corona' dengan cara adaptasi baru yang biasa disebut new normal.

 

The New Normal by Urban Dictionary

New normal adalah keadaan di mana beberapa perubahan dramatis telah terjadi karena suatu peristiwa. Dan hal tersebut membuat orang harus bisa beradaptasi dengan situasi ketimbang meratapi apa yang terjadi seperti ditulis Urban Dictionary. 

Contoh dalam kalimat yang diberikan seperti "Sejak bayinya lahir, dia memiliki waktu luang lebih sedikit dan itu adalah normal baru bagi new parents." Atau "Mengurangi pengeluaran untuk entertainment menjadi new normal selama krisis ekonomi."

Dalam konteks new normal di era pandemi Covid-19, negara yang ingin melonggarkan physical distancing menuju fase tersebut harus mengikuti beberapa ketentuan yang disyaratkan WHO.

 

Kriteria New Normal Menurut WHO

Pertama memiliki bukti penularan Covid-19 di wilayahnya telah bisa dikendalikan. Dua, sistem kesehatan mulai dari rumah sakit hingga peralatan medis mampu melakukan identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan kontak, hingga melakukan karantina orang yang terinfeksi. 

Ketiga risiko wabah virus corona harus ditekan untuk wilayah atau tempat dengan kerentanan tinggi, terutama untuk rumah lansia, fasilitas kesehatan mental, serta kawasan pemukiman padat.

Kelima adalah risiko terhadap kasus dari pembawa virus yang masuk ke suatu wilayah harus dikendalikan dan keenam masyarakat harus diberikan kesempatan untuk memberi masukan, berpendapat, dan dilibatkan dalam proses masa transisi fase new normal versi WHO ini.

Jika belum memenuhi kriteria di atas, tentu fase new normal harus dikaji ulang lagi.

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

;
Loading