Sukses

Lifestyle

Panduan Tata Cara Puasa Ganti (Qadha) Ramadan Beserta Bacaan Niat dan Doanya

Fimela.com, Jakarta Beruntunglah bagi mereka yang bisa menjalankan ibadah puasa ramadan secara utuh. Namun, ada beberapa hal ataupun situasi yang menyebabkan puasa seseorang menjadi batal atau bahkan dilarang, terutama perempuan yang sedang haid.

Selain haid yang biasa dialami oleh perempuan setiap bulan, ada penyebab lainnya seperti sakit, sedang berada dalam perjalanan jauh, hinggal hal-hal yang memberatkan lainnya sehingga seseorang harus mengganti atau meng-qadha puasa sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Puasa ganti atau puasa qadha adalah puasa yang kita jalankan untuk membayar hutang puasa di bulan ramadan. Apabila kamu memiliki hutang puasa maka, kamu harus menggantinya sebelum ramadan tahun depan, kamu menuntaskan hutang puasamu dengan segera agar tidak lupa ataupun lalai. Qadha puasa lebih dari satu hari dapat dilakukan secara berturut-turut atau secara terpisah.

Nah, buat kamu yang memiliki hutang puasa dan berniat untuk membayarnya segera, maka kamu perlu tahu juga panduan tata caranya yang benar. Fimela.com kali ini akan membagikan panduan tata cara puasa ganti (qadha) ramadan, beserta bacaan niat dan doanya. Panduan ini akan membimbingmu agar kamu dapat mengganti hutang puasa yang pernah kamu tinggalkan saat ramadan.

Panduan Tata Cara Puasa Ganti (Qadha)

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa puasa ganti (qadha) adalah puasa yang kita kerjakan untuk membayar hutang puasa yang pernah kita tinggalkan di bulan ramadan. Qadha puasa Ramadan dilakukan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Adapun tata caranya, qadha puasa dapat dilakukan secara beruntun, misalnya seseorang tidak berpuasa sebanyak 3 hari, maka ia akan menggantinya dengan berpuasa 3 hari berturut-turut di luar ramadan. Namun, qadha puasa dapat pula dilakukan secara terpisah. Misalnya, qadha dilakukan pada hari Senin, kemudian Rabu, kemudian Sabtu.

Perihal qadha puasa, Rasulullah pun bersabda seperti berikut:

"Qadha (puasa) Ramadan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. " (H.R. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar).

Sebaiknya, agar kamu tidak lupa saat mengerjakan puasa ganti ini, maka kamu juga perlu disiplin. Setelah ramadan selesai, kamu harus mulai menghitung dan mencatat berapa jumlah puasa yang kamu tinggalkan. Lalu, atur atau buatlah jadwal sederhana untuk mengganti hutang puasa, bisa berurutan bisa terpisah. Terakhir, setelah menentukan waktu untuk mengganti, kamu harus benar-benar melaksanakannya.

Hal yang paling krusial saat melaksanakan puasa ganti salah satunya adalah perkara waktu pelaksanaannya. Terdapat dua pendapat tentang batas waktu pelaksanaan qadha puasa ramadan.

Pendapat yang pertama menjelaskan bahwa qadha puasa dilakukan maksimal sebelum pertengahan Sya'ban tahun berikutnya. Maka dari itu, hukumnya makruh, yaitu dikerjakan tidak apa-apa, tetapi sebaiknya tidak. Diriwayatkan, Nabi Muhammad saw. bersabda, "Bila hari memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa."

Sedangkan pada pendapat yang kedua dijelaskan bahwa qadha puasa dapat dilakukan hingga melebihi pertengahan Sya'ban tahun berikutnya (menjelang Ramadan tahun berikutnya). Pendapat ini didasarkan pada riwayat Ummu Salamah, dengan redaksi, "Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali puasa Sya’ban dan Ramadhan."

Bacaan Niat Puasa Ganti (Qadha)

Sama seperti niat puasa ramadan, niat puasa (qadha) diucapkan pada malam hari menjelang puasa. Hal ini didasarkan pada riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW yang bersabda bahwa:

 "Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya".

Adapun bacaan niat puasa ganti (qadha) yakni, seperti berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta‘aalaa.

“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala.”

Doa Berbuka Puasa Ganti (Qadha)

Sama seperti puasa ramadan, pada saat menjalankan puasa ganti (qadha) untuk membayar hutang puasa yang pernah ditinggalkan, kamu juga akan menikmati momen berbuka puasa. Sebagai informasi, terdapat dua doa berbuka puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah. Berikut kedua doanya.

Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa, yang diriwayatkan dari Rasulullah, berikut adalah doa berbuka puasa yang pertama:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki” (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, nomor 2357])

Adapun doa berbuka puasa kedua yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii-ed.

“Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku” (HR Ibnu Majah: 1/557, nomor 1753; dinilai hasan oleh al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar; lihat Syarah al-Adzkar: 4/342).

;
Loading