Sukses

Lifestyle

Tidak Lagi Kewalahan Selesaikan Pekerjaan Kantor dengan Skala Prioritas

Fimela.com, Jakarta Mengubah kebiasaan lama memang tidak mudah. Mengganti kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik pun kadang butuh proses yang tak sebentar. Membuat perubahan dalam keseharian dan hidup selalu memiliki perjuangannya sendiri. Melalui Lomba Change My Habit ini Sahabat Fimela berbagi kisah dan tulisannya tentang sudut pandang serta kebiasaan-kebiasaan baru yang dibangun demi hidup yang lebih baik.

***

Oleh: Fatma Hidayati

Deadline atau tenggat, kata ini masih saja menjadi momok untuk sebagian pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Hal itu berlaku pula untukku yang baru saja memasuki dunia kerja. Mobilitas masa kuliah dan dunia kerja itu sangat berbeda. Dalam dunia kerja, kita dituntut untuk serba cepat dan serba tepat. Oleh sebab itu, manajemen waktu memiliki peran penting dalam penyelesaian tugas.

Awal masuk kerja begitu berat untukku yang terbiasa menyelesaikan tugas mepet deadline. Tugas dan kewajiban pekerja itu lebih banyak dari yang kubayangkan sehingga jam kantor kurasa tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Mau tidak mau aku harus membawa pulang pekerjaan yang belum mampu kuselesaikan di kantor. Hal ini berjalan di satu bulan pertama kerja. Lama-lama aku berpikir dan merasa ada yang perlu kuubah dari diriku dan kebiasaanku. Hingga akhirnya, kuputuskan untuk membuat skala prioritas dan jurnal kegiatan harian.

Jurnal Harian dan Skala Prioritas

Melalui skala prioritas ini aku mulai memilih pekerjaan yang tenggat penyelesaiannya lebih awal sehingga terbentuk semacam jadwal kerja harian. Skala prioritas ini kutempel di meja kerja dan sticky notes monitor komputer. Langkah ini cukup efektif untukku terhindar dari menunda-nuda pekerjaan, bermain game, dan membuka laman yang tidak terkait dengan pekerjaan. Skala prioritas ini menjadi acuanku sekaligus sebagai langkah awal untuk mengubah kebiasaanku. Bekerja dengan skala priotitas selama 14 hari ini, membuatku lebih teratur, tertib dalam megumpulkan pekerjaan, dan tidak perlu membawa pulang pekerjaan kantor.

Selain skala prioritas, sebagai pengingat perlu juga dibuat jurnal kegiatan harian yang dituliskan setelah melakukan aktivitas seharian penuh. Jurnal kegaitan harian ini, biasa kutulis saat menjelang tidur di buku khusus. Jurnal kegiatan harian ini dapat menjadi review apa saja yang kita lakukan dalam sehari sehingga kita dapat melihat produktivitas diri. Dengan skala prioritas dan jurnal kegiatan harian yang kubuat, kini aku terbebas dari kaum yang membawa pulang pekerjaan kantor ke rumah dan bebas dari kejaran atasan saat mepet deadline. Langkah ini bisa kamu terapkan juga loh agar kamu menjadi pribadi yang lebih disiplin dan teratur.

#ChangeMaker

;
Loading