Sukses

Lifestyle

5 Alasan Adegan Panas Film Hollywood Buat Kehidupan Seks Pasutri Dingin

Fimela.com, Jakarta Kehidupan seks yang hangat dan bergairah menjadi dambaan semua pasangan suami istri. Namun kalau sudah menjadikan film sebagai standar kehidupan seks dalam kehidupan nyata bisa-bisa menghancurkan hubungan intim pasutri. 

Lantas mengapa adegan panas dalam film Hollywood justru mendinginkan hubungan seks pasutri? Berikut alasannya melansir dari thehealthy.com;

 

1. Terus membanding-bandingkan diri

Figur perempuan dan pria sempurna mendominasi film erotis untuk beradegan intim. Wajah dan tubuh mereka merupakan dambaan dan melambangkan keindahan.

Tanpa sadar hal itu membuat diri sendiri tanpa sadar membandingkan dengan bintang film dan berujung frustasi sebab tidak akan mampu menyamai. Terapis seks bersertifikat Grace Landes menambahkan jika banyak orang lupa saat mereka beradegan, ada banyak pihak yang terlibat untuk menata rambut, angle terbaik, sudut sempurna, sampai pencahayaan yang elegan.

"Saat melihat tubuh ideal, baik pria dan perempuan mengalami ketidakpuasan citra tubuhnya sendiri. Dan cenderung membandingkan diri mereka dengan bintang film," ujar Grace Landes.

 

 

2. Lokasi yang Ideal

Bukan hanya memiliki paras cantik dan tampan, dalam film, mereka biasanya beradegan intim di lokasi rumah yang menakjubkan. Saat adegan seks di ruangan rumah, kita tak akan menemukan cucian kotor di lantai, piring kotor, sampai tempat sampah yang sudah harus dibuang. 

"Tidak jarang pasangan datang ke kantor saya dan menggunakan film sebagai titik rujukan bagaimana kehidupan seks mereka berjalan," ujar penulis Sex Outside the Lines: Sexuality in a Sexually Dysfunctional Culture.

Karakter yang diciptakan dalam film tidak memiliki batasan. Sedangkan kebanyakan orang memiliki batasan keuangan, karier, keluarga yang membatasi kehidupan seks mereka.

"Pasangan Amerika merasa negatif tentang seksualitas mereka sendiri saat membandingkan dengan sex movie," lanjutnya.

 

Mencaplok Mentah-Mentah

Tren sexual-bondage dalam film dipicu oleh Fifty shades of Grey yang bisa jadi membebaskan imajinasi tentang kehidupan seksual namun sebagian lagi merasa tidak nyaman. Popularitas film ini telah membuat beberapa pria dan perempuan merasa buruk tentang diri sendiri karena keterbukaan terhadap sadomasokisme.

Berbahayanya adalah saat orang berpikir untuk mencoba dan mereproduksi hal yang sama dalam kehidupan nyata. Meski tidak ada yang salah dengan bereksperimen dan memberi bumbu yang sekiranya menambah gairah tak harus juga mengikuti untuk memakai penutup mata, borgol, sampai permainan kasar untuk mendapatkan seks liar, penuh petualangan yang berakhir dengan kepuasan.

"Film adalah pelarian yang hebar, liburan murah, 90 menit. Tapi bisa jadi bahaya jika orang menjiplaknya tanpa memikirkan konsekuensinya," ujar Landes. 

 

 

Sekilas foreplay

Sebagian besar sutradara Hollywood menambah sekilas adegan foreplay dalam adegan intim yang diperankan oleh aktor dan aktrisnya. Penggambaran hubungan seks yang begitu lancar dari foreplay sampai penetrasi membuat banyak orang melupakan realita jika ada banyak faktor yang dibangun saat ingin melakukan hubungan intim.

"Dalam film, semua terasa cepat dan mudah, dua orang menginginkan hal sama dalam satu waktu, setiap saat. Perbandingan itu bisa melemahkan semangat bagi pasutri yang tidak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata," ujar Landes.

Jika dibiarkan terus-menerus biasanya orang akan menyalahkan diri sendiri, dan mencari apa yang salah dengan mereka? Salah satu cara untuk melawan perasaan ini adalah fokus pada keintiman seksual, berciuman, dan penuh cinta untuk pada pasangan.

 

Anti-Pengaman

 

Dalam film, penggunaan kondom hampir jarang terlihat dalam adegan seks. Dalam kehidupan nyata, kelalaian memakai pengaman bisa mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan (jika tidak memakai kontrasepsi).

Bahayanya lagi jika dilakukan para remaja dan dewasa muda, karena kelompok demografis ini paling dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di layar lebar. Selain kehamilan yang tidak diinginkan, ancaman besar lainnya adalah penyakit menular seksual yang bisa terinfeksi pada bayi yang dikandung.

 

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

;
Loading