Sukses

Lifestyle

Pelukan Seorang Ibu akan Tetap Erat Sekalipun Anak Beranjak Dewasa

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: Susi Hasan

Umurku sekarang 55 tahun, aku ibu dari dua anak laki-laki yang sudah sudah dewasa. Mas panggilan anak kami yang pertama bulan Agustus nanti berumur 25 tahun. Sekarang dia sedang mengambil program S2 Manajemen di UGM. Sedangkan Adek, anak kami yang nomor dua, berumur 22 tahun, sekarang sedang menyelesaikan skripsi di Fakultas Psikologi UGM.  Banyak kenangan indah yang selalu kami ingat, namun ada juga masa-masa sulit yang tidak bisa kami lupakan.  Kami bersyukur bisa menemani dan menikmati kehidupan bersama anak-anak dari kecil hingga dewasa.

Aku bukan ibu yang luar biasa, tidak sarjana dan tidak pandai memasak pula, aku hanya seorang pekerja saja. Kadang aku merasa dalam perjalanan hidupku ini tidak ada peran sama sekali sebagai seorang ibu. Padahal sewaktu kecil cita-citaku ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik. Kami mempunyai Mbak Siti, pembantu kami yang setia menjaga rumah selalu bersih dan memasak makanan kesukaan kami dari anak-anak masih kecil hingga saat ini.

Kenangan yang tidak pernah kami lupakan, ketika Mas hampir tidak lulus ujian SMP. Kami sangat syok dan menangis bersama, rasanya tidak ingin melihat dunia begitu ceria, sementara kami hanya menunduk tidak berani menatap mata. Mas sangat trauma dengan kejadian itu gara-gara banyak mengikuti turnamen baseball, dalam setahun dia bisa mengikuti 3 pertandingan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hari-harinya hanya dipenuhi oleh latihan dan latihan hingga larut malam.

Kami juga memutuskan untuk membawa Mas konsultasi ke Psikolog Grafologi, untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya. Hasil tulisannya mengatakan ada kecemasan yang sangat luar biasa. “Ke mana saja ibunya? Ada tetapi tidak ada,” begitu kata psikolog pada waktu itu.  Aku sangat terpukul mendengar kata-kata itu. Seandainya aku tahu ingin rasanya selalu memeluknya erat-erat untuk menenteramkan jiwanya.

Namun aku sangat bahagia Mas memandangku sebagai seorang tukang pijat yang piawai, pijatanku membuat tubuhnya yang sakit menjadi sembuh. Padahal tanganku kecil sementara badannya yang dulu kecil dan sekarang bertambah kekar, tetap memintaku untuk memijatnya kalau tubuhnya terasa sakit karena kecapaian.

 

 

 

 

 

 

 

 

Jadikan Dirimu Bahagia

Begitu juga dengan Adek, aku tidak pernah menyangka anak nomor duaku ini waktu kecil sangat ceria. Dia merasa nyaman selalu tidur dengan kami hingga SMA. Ternyata dia memandangku seperti Iron Lady, tak sengaja aku menemukan tulisannya, tugas sekolah menulis otobiografi tentang orang tuanya, dan dia memilih menulis tentang ibunya. Menginjak remaja sifatnya berubah, susah untuk diajak bicara seperti ada dinding pemisah.

Setiap akhir pekan dia berkumpul bersama teman-temannya pulang hingga pukul 1-2 pagi, kami selalu dibuat was-was. “Aku bosan menjadi anak baik, sekali-kali menjadi anak nakal,” begitu katanya sewaktu dia kena razia di sekolah membawa rokok vape di dalam tasnya. Aku pun menegurnya, “Menjadi anak baik itu bukan untuk ayah dan ibu, tapi untuk dirimu sendiri. Kalau kamu berbuat baik dan membuatmu bahagia, bukan untuk orang lain, tetapi untuk dirimu sendiri.”

Aku baru menyadari setelah dia kuliah di Yogya, dia menyimpan sebuah peristiwa di masa kecil. Ketika aku memarahi Mas sedang belajar mengaji tetapi matanya fokus ke arah TV, aku menggebrak meja.  Adek melihat dan mengingatnya. Seketika aku ingin segera menemuinya, memegang pipinya, menatap matanya dan berkata, “Maafkan ibu ya, Dek.”  Kata maaf ini sangat ampuh telah membuatnya ceria kembali, dinding pemisah pun pecah, Adek mulai terbuka dan banyak cerita.

Setiap pulang ke rumah dia banyak cerita dan aku senang mendengar kisah-kisahnya yang sangat menarik. Hanya saja dia anak yang malas kalau disuruh salat. Dia paling tidak suka bicara soal agama. Dia pernah bertanya, ”Kalau tidak salat masuk neraka ya, Bu?" dan aku menjelaskan agama dari sisi spiritual, memandang agama itu bukan seperti punishment dan reward. Namun beragama itu membuat hati kita penuh cinta, damai dan bahagia. Allah Maha Pengasih dan Penyayang mustahil memasukkan setiap makhluk yang diciptakannya dengan cinta kasih ke dalam neraka. Kenali dirimu, maka kamu akan mengenal Allah dengan baik.”

Rumahku Istanaku

Allah sepertinya mengabulkan semua keinginanku. Peristiwa pandemi Corona di tahun 2020 ini telah membawa berkah dan hikmah yang sangat luar biasa. Aku bekerja di rumah dan sekarang banyak kegiatan bersama anak-anak menata rumah supaya nyaman dan menenteramkan yang dulu tidak pernah menjadi perhatian karena kesibukan.  Empat bulan sudah kami berkumpul di rumah saja, rumah terasa hangat, ramai penuh canda dan tawa.

Aku mengajar ngaji lagi. Julukan ibu tukang gertak dan galak muncul kembali. Walau hasil gertakan Mas mendapat pujian dari guru SDnya, ketika bacaan iqro’nya lancar, “Siapa yang mengajari?" dan dia menjawab, "Ibu." Aku senang sekali mengingatnya. Sekarang suasana rumah sangat berbeda kami salat maghrib dan isya’ berjamaah, mereka bergantian menjadi imam dan mengaji setiap hari. Suara anak-anak melafalkan al-quran terdengar kembali, hanya tinggal satu muridku yang dulunya buta huruf yaitu suami masih terbata-bata belajar mengeja huruf iqro’.

Kenangan indah pada masa kecil muncul kembali membuatku terkesima mendengar panggilan madre untuk ibu, lagu-lagu di film Petualangan Sherina terus berkumandang di kamar mandi. Sekarang selama di rumah banyak profesi yang aku jalani, sebagai guru ngaji, menjadi suster untuk merawat bisul Adek, dan menjadi ibu tukang pijat untuk suami.

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Kalian telah membuat keinginan ibu menjadi nyata, memelukmu erat-erat dalam angan-angan menjadi kenangan yang terindah sampai akhir hayat.

#ChangeMaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading