Sukses

Lifestyle

Chemistry Kuat Bukan Jaminan Hubungan Cinta Langgeng, Ini Kata Ahli

Fimela.com, Jakarta Analisis perceraian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa hampir setengah dari pasangan yang putus dikarenakan adanya harapan yang tidak realistis. Ada kesalahpahaman dapat muncul karena kerja aktif hormon dalam periode pertama hubungan cinta telah berakhir.

Tahapan ini dapat membuat orang buta dan ketika masa itu lewat pasangan menyadari bahwa mereka tidak seideal yang mereka kira. Psikolog pun menyebutnya sebagai tahapan ikatan kimia atau chemistry.

Dilansir dari Bright Side, para ahli menyebut bahwa chemistry dalam hubungan bukan bicara tentang cinta. Melainkan hanya gairah dan ketertarikan. Dalam penelitian yang dilakukan menyebut bahwa hanya 9% pria dan perempuan yang menghubungkan periode ini dengan cinta.

Banyak orang yang tidak memahami bagaimana perasaannya tentang seseorang. Ternyata, kita bisa membagi cinta dalam tiga tahap berbeda, yakni nafsu, ketertarikan, dan keterikatan. Fase chemistry yang menjadi tahapan pertama tidak lebih dari reaksi estrogen dan androgan yang didasarkan pada motiviasi biologis.

 

Ada harapan yang salah

Ketika hormon sudah mulai tenang, kamu akan mulai memahami bagaimana perasaan satu sma lain. Kamu bisa memutuskan bahwa pasangan tidak sesempurna yang terlihat di awal. Meski demikian, kamu sebenarnya tidak perlu terlalu banyak menuntut dari pasangan. Atau pasanganmu akan menjadi lebih buruk.

Bisa menjaga gairah bertahan lama

Dimungkinkan untuk menjaga gairah dalam hubungan cinta yang kuat, bahkan setelah periode chemistry. Cobalah bersikap seperti waktu pertama kali bertemu. Berpegangan tangan lebih sering, fokus pada sentuhan kasih sayang, dan menciptakan momen berharga bersama.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading