Sukses

Lifestyle

5 Cara Mengatasi Kenakalan Pada Anak Remaja

Fimela.com, Jakarta Tidak ada solusi tunggal untuk mengatasi kenakalan pada remaja karena problemnya cukup kompleks sehingga perlu pelibatan banyak pihak seperti komunitas dan masyarakat. Mengatasi kenakalan pada remaja juga perlu pendekatan yang disesuaikan dengan wilayah dan budaya. 

Namun pada tingkat general dan universal terdapat beberapa langkah paling umum yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan pada anak remaja. Begitu juga beberapa penelitian yang menunjukkan kehidupan rumah tangga yang stabil dan suportif sangat penting untuk mencegah kenakalan pada anak remaja.

 

Berikut beberapa cara mengatasi kenakalan pada anak remaja yang bisa dicoba melansir dari wisegeek.com;

Keterlibatan Komunitas

Banyak teori mengatakan elemen kunci dalam menyelesaikan kenakalan anak remaja adalah agar masyarakat tertarik pada masalah tersebut. Orang dewasa mungkin dapat memainkan peran penting dengan menunjukkan sikap positif dan peduli terhadap kaum muda di komunitas mereka seperti keterlibatan dalam kegiatan pemuda. 

Jika pemilik bisnis, pemimpin perusahaan, pejabat sekolah berada pada pola pikir yang sama dan melibatkan anak muda, mereka sering kali terhindar dari masalah.

Struktur Pemaksaan

Membantu anak remaja memanfaatkan waktu luang mereka sering kali melibatkan masyarakat.Sebab saat anak remaja mendapatkan banyak kebebasan di banyak tempat, sering menjadi faktor kenakalan dimulai. 

Daripada membiarkan para remaja dalam pikiran  bebas mereka sendiri, disarankan pada orangtua untuk mendaftarkan anak remakanya dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga atau seni. Melakukan hal tersebut dapat menjauhkan remaja dari teman sebayanya dari hal negatif bonus mengajarkan mereka karakteristik berharga seperti komitmen dan kerja tim.

Salah satu kelemahan dari hal ini adalah biaya, sebab tidak semua keluarga mampu membayar lebih untuk kegiatan ekstrakurikuler dan les lainnya. Inilah peran para pemimpin serta sekolah yang bisa mensubsidi dengan uang yang dikumpulkan secara khusus atau uang yang sudah ada dan dialihkan penggunaannya.

 

 

Mengampanyekan Kebersamaan Keluarga

Teori populer lainnya tentang penyelesaian kenakalan anak remaja adalah dukungan yang berasal dari rumah. Melibatkan keluarga untuk mengambil peran aktif dalam perkembangan anak-anak mereka dan keterlibatan secara keseluruhan dapat menjadi alat yang efektif melawan kenakalan.

 

 

Melibatkan Kelompok Minoritas

Melihat demografi para pelaku kenakalan remaja yang tertinggi di antara anak remaja minoritas. Ada beberapa teori kemungkinan hal itu terjadi, seperti mayoritas masyarakat yang umumnya punya sifat negatif atau stereotip terhadap kelompok tersebut dan yang lain mengatakan jika kelompok minoritas tidak secara luas terkena dampak positifnya.

Memahami hal tersebut, semestinya masyarakat menyamaratakan semua anak. Perasaan kesetaraan seringkali menghalangi anak remaja berbuat kenakalan, setidaknya sampai batas tertentu.

Salah satu langkah paling cepat yang dapat diambil oleh komunitas atau masyarakat adalah melibatkan diri untuk berinteraksi dengan anak remaja. Saat anak-anak minoritas dari berbagai latar belakang merasa dihargai, kemungkinan dapat mengurangi insiden pemberontakan dan tindakan, meski tidak jaminan sepenuhnya.

 

Meningkatkan Opsi Rehabilitasi

 

Bagian penting lainnya dari puzzle kenakalan anak remaja menyangkut rehabilitasi dan hukuman. Sejumlah peneliti mengatakan banyak metode yang dilabeli rehabilitasi namun sebenarnya hukuman.

Jika metode ini dirancang ulang untuk benar-benar mengatasi masalah dengan langkah-langkah yang lebih personal, tingkat keberhasilan dipercaya akan meningkat. Seperti konseling, evaluasi psikologi, dan program rehabilitasi berbasis aktivitas yang lebih disarankan ketimbang rehabilitasi standar yang seringkali mirip penjara.

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Kenangan Masa Kecil akan Terus Diingat Hingga Dewasa, Kenali 3 Alasannya
Artikel Selanjutnya
4 Zodiak Ini Mudah Hilang Kesabaran Hadapi Pasangan yang Merepotkan