Sukses

Lifestyle

Tetap Saling Menguatkan saat Keluarga Diterpa Badai Memang Tak Mudah

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga. 

***

Oleh: Yosephine Tessa Andretiara

Sudah 5 bulan atau bahkan hampir setengah tahun? Kita semua, dan dunia, memerangi pandemi ini. Pandemi yang membuat seluruh umat manusia di bumi ini kalang kabut dan ketakutan. Lonjakan angka pasien dan kematian yang sangat cepat, membuat kita semua akhirnya pasrah dengan hidup bagaimana ke depannya. Tingkat perekonomian yang semakin jatuh. Banyaknya kantor dan toko yang tutup membuat kita sebagai manusia hanya tinggal berserah untuk bertahan hidup dengan uang yg tersisa.

Tak jarang dalam sebuah keluarga sering terjadi percekcokan. Entah karena masalah keuangan yang semakin menurun, padahal kebutuhan anak semakin bertambah dengan semakin besarnya anak-anak kita. Belum lagi tanggung jawab seorang ibu yang harus bertambah dengan adanya sekolah daring (online). Pekerjaan suami yang semakin dipertaruhkan. Banyak pemecatan karyawan secara terpaksa di perusahaan-perusahaan besar. Sampai liburan yang sudah lama ditunggu oleh keluarga menjadi harus diundur dan tidak boleh ada yang keluar masuk kota. Semua itu membuat rencana menjadi terpaksa harus dibatalkan dan tiket-tiket semua harus dikembalikan.

Yang merasakannya bukan hanya keluarga Anda saja. Atau keluarga saya saja. Tapi satu dunia merasakan hal yang sama. Apalagi suami saya yang hanya bisa mengandalkan pekerjaan sebagai ojek online, selain yang biasanya juga disambi dengan bekerja sebagai fotografer. Sejak pandemi covid-19, seluruh schedule pernikahan dan pre-wedd terpaksa harus dibatalkan lantaran tidak boleh ada yang pergi keluar rumah. Jadinya, suami saya hanya berpegang dengan satu pekerjaan yang itu saja belum tentu mencukupi untuk makan sehari. Pembatasan pengangkutan penumpang, katanya.

Saya kerjanya hanya mengomel saja ke suami, walaupun saya tahu dia juga ikut susah memikirkan keadaan keuangan kami. Tapi saya sadar, anak saya yang masih sangat kecil tidak bisa diperlihatkan hal negatif seperti berkelahi atau semacam ini di rumah. Saya hanya bisa berpasrah seluruhnya kepada Tuhan.

Makin Kompak selama Pandemi

Setelah apa yang kami lalui, untungnya, kami berdua (saya dan suami) tidak pernah saling menjatuhkan satu sama lain. Apalagi semenjak kami dikaruniai seorang anak. Kami berdua bertekad untuk tidak membawa anak ke dalam masalah rumah tangga kami. Sebisa mungkin tidak boleh ada suara tinggi dalam kami berkomunikasi berdua. Sekalipun pernah, itu hanya khilaf. Mencari jalan keluar untuk setiap masalah kami tanpa campur tangan keluarga besar kami atau bahkan orang lain, tanpa mengungkit-ungkit masalahnya adalah kunci yang perlu dipegang agar rumah tangga tidak goyah atau mungkin selalu tegang setiap ada masalah.

Anehnya, kami malah semakin solid dan kompak. Apalagi di saat masa pandemi ini. Saya kira, saling mendukung antara suami-istri saat diterpa badai adalah hal tersulit karena inilah janji kita berdua di awal sebagai suami-istri, bukan? Masalahnya hanya siapa yang akan bertahan. Yang selalu saya ingatkan ke suami saya hanya, "Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kemampuan kita sebagai manusia." Kami berdoa kepada Tuhan dan menyadari kesalahan kami jika kami mulai berkelahi karena hal sepele. Jadi saya percaya, kami bertiga (dengan anak saya) pasti bisa melewati ini semua.

Walaupun di luar sana masih banyak yang suka "nyinyirin" keluarga kita, saya yakin, mereka adalah orang-orang yang masih kurang bersyukur dalam kehidupannya. Atau mungkin kurang kerjaan? Entahlah. Jangan dimasukkan ke dalam hati ya, kata-kata mereka. Prioritaskan kepentingan keluarga kita saja. Mereka tidak akan pernah tahu apa yang sudah kita lalui.

Selamat untuk bunda-bunda dan ayah-ayah lain yang sudah dengan sabar mengurungkan egonya demi keselamatan keluarga kita, terlebih anak-anak kita. Salut untuk kalian semua. Semoga keluarga kita semakin mesra, ya.

Stay safe and healthy, Moms and Dads! :)

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Ingin Hidup Bahagia, Ini 3 Tips untuk Memiliki Masa Depan yang Bahagia Bersama Pasangan
Artikel Selanjutnya
160 Ribu Porsi Makanan Didonasikan untuk Kebutuhan Pangan Selama Pandemi