Sukses

Lifestyle

Anak Selalu Mengalami Dilema saat Menghadapi Perceraian Orangtua

Fimela.com, Jakarta Setiap keluarga memiliki banyak kisah dan makna tersendiri. Baik kisah bahagia maupun kisah yang berurai air mata. Kisah tentang orangtua, saudara, atau kerabat dalam keluarga. Ada makna dan pelajaran yang bisa dipetik dari setiap kisah yang kita miliki dalam keluarga. Melalui Lomba My Family Story ini Sahabat Fimela bisa berbagai kisah tentang keluarga.

***

Oleh: R

Di ulang tahunku yang kedelapan aku harus melihat kenyataan yang pahit. Orangtuaku bercerai. Saat mereka bertengkar, aku melihatnya tanpa sepengetahuan mereka. Mereka kira di umurku yang masih kecil aku adalah gadis polos yang tidak tahu apa itu perceraian dan masalah. Di situ setiap malam aku selalu menangis meminta untuk dikembalikan seperti semula. 

Dulu sebelum orangtuaku bercerai, aku adalah gadis yang nakal. Dibenci banyak orang. Sering bikin orangtua jengkel sendiri. Kalau misal aku tahu akhirnya aku tidak akan menghabiskan waktu kecilku bersama mereka sebelumnya aku ingin jadi gadis yang penurut yang bisa bikin bapak ibu bahagia. Aku baru merasakan penyesalan. Memang pada dasarnya penyesalan datang di akhir.

Sekarang aku ikut ibuku. Ibuku bilang, "Kalau kamu ketemu Bapak, nggak usah ikut Ibu lagi." Aku bingung harus ikut ibu atau bapak. Akhirnya kuputuskan ikut ibu dan diam-diam ketemu bapak untuk melihat keadaannya. Memang jarak rumah bapak dengan ibu sangat jauh tetapi aku tetap menemui bapak dengan mengendarai sepeda ontel dengan temanku.

Selama ini ibu enggak tahu kalau aku diam-diam suka ketemu bapak. Aku sayang sama mereka. Aku enggak bisa pilih antara bapak apa ibu. Mereka sangat berjasa buat aku. Tanpa mereka aku enggak akan ada di dunia dan merasakan pahit manisnya dunia.

 

 

 

Kadang Merasa Iri dengan Orangtua Lain

Terkadang kalau aku lihat teman-temanku diantar sekolah sama bapak ibunya aku suka iri. Aku ingin kayak mereka. Dapat kasih sayang dari seorang bapak. Aku ingin punya superhero di hidupku. Kayak teman-temanku.

Suatu hari kemudian ibuku menikah lagi. Aku sudah punya ayah yang sayang sama aku. Tapi aku juga masih sayang sama bapak kandung aku. Bapak juga begitu, sudah menikah lagi. Waktu itu bapak pernah tanya, "Nak, Ayahmu yang sekarang sayang sama kamu?"

"Sayang, Pak. Ayah membelikanku HP baru tapi aku belum terlalu dekat dengan ayah," jawabku. Bapak bilang, "Kalau misal Ayah kamu nggak sayang sama kamu, Bapak nggak terima. Kamu itu anak kesayangan Bapak. Putrinya bapak. Pesan Bapak, jagain Ibu ya. Jangan buat ibu marah sama kamu, Nak. Jadi anak pintar, ya. Nurut sama Ibu, Bapak sekarang lagi nabung buat kamu, Nak. Kalau mau minta apa-apa bilang saja sama Bapak."

Dari situ aku belajar kalau masalahku di masa lalu tidak akan menjadi penyakit di masa depanku. Aku percaya kalau Allah memberikan ujian kepada hamba-Nya tidak melampaui batas kemampuan hamba-Nya.

Alhamdulillah aku banyak belajar dari sini. Aku jadi punya superhero yang sayang sama aku dan itu ada dua sekaligus. Yang jadi pemikiranku saat ini apakah nanti kelak di akhirat aku akan dikumpulkan di surga nanti? Atau akan berpisah? Tapi aku selalu berdoa sama Allah supaya dikumpulkan di surga nanti.

Masalah di masa lalu tidak akan menjadi penyakit di masa depan kelak nanti. Tuhan punya rahasia, Tuhan tahu kapan kita bahagia dan kapan waktunya bersedih sebagai proses pendewasaan.

 

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Resep Galantin Daging Sapi Homemade Enak
Artikel Selanjutnya
Cara Peneliti Perempuan Kembangkan Vaksin Covid-19 di Indonesia