Sukses

Lifestyle

3 Hal yang Harus Dilakukan Pemilik Bisnis untuk Bertahan di Masa Pandemi

Fimela.com, Jakarta Dalam misinya untuk mendukung pelaku bisnis dalam beradaptasi dengan kenormalan baru, Zilingo kembali mengadakan "Ngopi Bareng Zilingo Trade", platform berbagi pengetahuan terbaru untuk para pemilik usaha yang ingin mengetahui tentang masalah industri terbaru serta praktik bisnis terbaik dari para pakar industri. Webinar kedua dari Zilingo ini menghadirkan pembicara dari industri ritel fashion Indonesia yaitu JOBB dan Gino Mariani dalam topik "Menjawab Tantangan Bisnis Kenormalan Baru Melalui Pemanfaatan Teknologi".

“Sebagai kelanjutan dari webinar pertama yang mendapat tanggapan besar dari publik, webinar "Ngopi Bareng Zilingo Trade" berharap untuk membantu pemilik merek dan pelaku usaha, khususnya UMKM di Indonesia dengan membagikan arahan, praktik terbaik, dan manfaat dari transformasi digital untuk mempertahankan operasi bisnis secara keseluruhan termasuk kegiatan pemasaran dan penjualan, khususnya selama krisis global ini,” kata Ade Yuanda Saragih VP and Country Head, Zilingo.

Edisi kedua Ngopi Bareng Zilingo Trade menganalisis bagaimana teknologi dapat mengoptimalkan operasi bisnis di saat sebagian besar sektor telah dipengaruhi oleh pandemi yang menghadirkan tantangan baru dan kebutuhan mendesak untuk mencari jalan keluar dan menemukan peluang dalam kesulitan ini. Temukan rangkuman singkat dari sesi dengan Sadana Iwan, Director, JOBB dan Denny Budianto, General Manager, Gino Mariani dalam percakapan dengan Tut Wuri Handayani Head of Services, Zilingo yang membagikan beberapa arahan tingkat atas untuk pertimbangan pemilik merek dan bisnis sebagai berikut:

1. Beradaptasi dengan Cara Belanja Baru untuk Mempertahankan Operasi Bisnis

Keterbatasan mobilisasi antar negara serta kegiatan tatap muka telah memaksa bisnis untuk menggunakan platform digital. 65 persen dari bisnis skala kecil di Indonesia juga memilih untuk memprioritaskan investasi dalam teknologi digital pada tahun 2020. Ketiga pembicara sepakat bahwa melakukan transformasi bisnis secara digital dapat membantu pelaku bisnis menjalani fase kenormalan baru lebih cepat dan mudah.

“Meskipun empat bulan terakhir terasa sangat berat untuk dijalani, khususnya bagi pelaku bisnis, situasi ini sebenarnya menghadirkan kesempatan bagi mereka yang sudah terbiasa tinggal di zona nyaman mereka (seperti memiliki bisnis offline) untuk mulai berkembang dan berinovasi. Bisnis juga harus mempertimbangkan untuk menjalankan strategi omnichannel, yang termasuk memiliki kehadiran di platform online yang telah terbukti meningkatkan penjualan hingga 14 persen," kata Tut Wuri.

JOBB dan Gino Mariani telah mengambil satu langkah di depan dengan memiliki toko online yang berfungsi penuh serta kehadiran di berbagai marketplace online.

“Selama fase pertama PSBB, kami dengan berat hati harus menghentikan operasi offline kami sambil menemukan cara untuk melanjutkan kegiatan penjualan kami. Kami sangat mengandalkan teknologi untuk membantu kami menjalankan bisnis, sebagai contoh mengaktifkan fitur ‘chat and shop’ di toko online kami untuk menjaga interaksi kami dengan pelanggan,” ujar Sadana Iwan, Director, JOBB. Membagikan tanggapan yang serupa, Denny Budianto, General Manager, Gino

Mariani menambahkan, “Kami telah mengalihkan beberapa anggota tim offline kami ke tim online dengan harapan dapat mendukung kegiatan penjualan dan pemasaran digital yang lebih intens. Langkah berani ini terbukti berhasil karena kami mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan hingga tiga kali lipat, terlihat dari penjualan online kami".

2. Digital Storytelling melalui Media Sosial adalah Kunci untuk Memenangkan Pelanggan Online di Masa Kini

Bisnis ritel fesyen JOBB dan Gino Mariani menyadari pentingnya memiliki representasi visual yang baik dari sebuah merek di ranah online, khususnya karena 160 juta dari total pengguna internet di Indonesia merupakan pengguna aktif di berbagai platform media sosial.

Sadana menceritakan, “Untuk bisnis ritel fesyen seperti JOBB, kami memiliki tugas tambahan untuk meyakinkan para pelanggan kami untuk mulai berbelanja secara online karena mereka terbiasa membeli offline. JOBB berfokus pada pembuatan katalog foto dan video berkualitas tinggi yang dapat membantu menceritakan kisah dan menyampaikan pesan brand kami dengan baik. Kami memilih Instagram untuk membagikan konten jenis ini untuk mendorong interaksi antara JOBB dan para pelanggan kami".

Mendukung gagasan tersebut, Denny setuju bahwa storytelling secara online dapat membantu pelanggan memahami penawaran Gino Mariani dengan lebih baik. Selain memiliki katalog foto dan video, Gino Mariani juga mengeksplorasi penggunaan platform media sosial untuk memperkuat keberadaan merek secara online.

“Kondisi saat ini telah mendorong kami untuk membagikan cerita kami di platform online. Kami menggunakan platform online berbasis video seperti Instagram Live dan platform baru seperti TikTok untuk memperkenalkan beragam produk kami kepada lebih banyak pelanggan melalui video interaktif,” tambah Denny.

3. Terus Berinovasi dengan Memperkaya Penawaran Produk Anda

Bersaing di tengah pasar yang penuh dengan kompetisi merupakan tantangan bagi semua merek dan bisnis, terutama di ruang belanja online. Memiliki inovasi yang baik, baik dalam produk maupun kegiatan pemasaran dapat membantu merek dan bisnis mendapatkan pelanggan baru sambil mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

JOBB dengan cepat beradaptasi dengan permintaan pasar dengan menyediakan alat pelindung diri (APD) seperti masker. JOBB bahkan menyertakan masker gratis di setiap pembelian produknya. Sedangkan untuk Gino Mariani, selain menyertakan hadiah di setiap pembelian, brand ini bekerja secara konsisten untuk memberikan pengalaman memakai sepatu yang lebih nyaman bagi pelanggannya melalui inovasi baru.

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Menu Hari Ini: Bubur Manado, Ayam Goreng Lengkuas dan Bakmi Jawa
Artikel Selanjutnya
36 Tahun Peringatan CEDAW, Komnas Perempuan Ingin Diperkuat untuk Penghapusan Kekerasan Perempuan