Sukses

Lifestyle

Kenali Jenis dan Pengertian Fiksi yang Wajib Kamu Ketahui

Fimela.com, Jakarta Fiksi merupakan sebuah karya sastra Indonesia, yang terbagi menjadi 2 karya, yaitu karya sastra fiksi dan nonfiksi. Karya sastra atau cerita fiksi merupakan sebuah cerita khayalan atau cerita fantasi, yang dibuat karena imajinasi seseorang.

Karya sastra fiksi ini dibuat dengan tidak adanya suatu kebenaran, karena hanya merupakan imajinasi atau khayalan dari penulis cerita tersebut. Sedangkan karya sastra nonfiksi ini ditulis berdasarkan tentang keilmuan dan pengalaman dari penulis cerita tersebut.

Karya fiksi ini bisa dijadikan sebuah tulisan, acara televisi, pertunjukan langsung, film, animasi, permainan video dan seperti game.

Yuk kenali jenis dan pengertian fiksi, bagi kamu pecinta cerita fiksi, dilansir dari berbagai sumber:

Jenis Fiksi

Cerita fiksi banyak diminati oleh semua kalang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Cerita fiksi yang merupakan sebuah karya sastra yang penuh dengan imajinasi dan khayalan dari penulisnya, ternyata memiliki beberapa jenis yaitu dongeng, novel dan cerita pendek.

Dongeng sering kali dibacakan orang tua kepada anaknya ketika mau tidur. Dongeng termasuk ke dalam cerita fiksi yang bersifaf khayalan dan ajaib. Dongeng biasanya memiliki alur cerita yang penuh dengan kebahagiaan. Di dalam cerita dongeng, memiliki pesan dan nilai-nilai moral serta nasehat yang penting pembaca atau pendengarnya.

Novel biasanya memiliki banyak peminat dari usia remaja hingga usia dewasa. Selain novel bertema romantis, novel fiksi atau fantasi pun memiliki banyak peminat. Novel menceritakan tentang kisah hidup manusia yang penuh dengan imajinatif, seperti novel Harry Potter.

Sedangkan cerpen merupakan cerita pendek, yang menceritakan tentang suatu kejadian dalam hidup manusia, yang tidak memiliki akhir penyelesaian cerita yang pasti.

Ciri-Ciri Fiksi

Di dalam penulisan karya sastra fiksi, memiliki beberapa ciri-ciri seperti cerita yang penuh dengan imajiansi penulis, ada kebenaran relatif atau tidak absolut, dalam penyampaian ceritanya menggunakan bahasa konotatif atau non-nyata, dan tidak memiliki standar sistematis.

Karena karya sastra fiksi merupakan fantasi dan imajinasi dari penulis, maka karya sastra fiksi tidak bisa dinikmati menggunakan logika seseorang, dan cerita fiksi biasanya memiliki pesan moral tersendiri, yang bisa dipahami dengan perasaan atau imajinasi pembacanya.

Fungsi Fiksi

Karya sastra fiksi memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai normatif dan juga nilai estetis, serta mengembangkan nilai praktis. Nilai praktis yang didapatkan dari cerita fiksi, diambil dari permasalahan realitas objektif yang dijadikan titik tolak pencerita. Sedangkan untuk nilai normatif dan estetis, berdasarkan hasil penalaran dan pengolahan intelektual dan visi dari pengarang.

Fiksi juga memiliki fungsi sebagai media atau sarana, untuk menularkan pikiran kreatif, kepekaan rasa, kemapanan visi, kebijakan serta kearifan sang pengarang.

Karya sastra fiksi juga berfungsi untuk membantu pembacanya mengenali, menghayati, menganalisis dan merumuskan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalm cerita tersebut.

;
Loading