Sukses

Lifestyle

BERANI BERUBAH: Tommy Pratomo Hadirkan Uncle Imot untuk Bantu Sesama Lewat Masa Pandemi

Fimela.com, Jakarta Dihadapi dengan pandemi mungkin tidak pernah terbersit di benak kita. Tapi faktanya, di tahun 2020 ini, seluruh dunia harus berhadapan dengan kejadian luar biasa, virus corona.

Tak ada negara yang luput dengan virus corona. Bahkan tak sedikit juga yang terpuruk akibat pandemi ini. Namun di balik semua kejadian, pasti ada hal positif yang bisa kita petik dan jadi pelajaran berharga di masa mendatang.

Siapapun tentu merasakan dampak dari virus corona. Namun, di tengah ketidakpastian saat ini, banyak cerita inspiratif yang sayang jika tidak dibagikan kepada sahabat Fimela, melalui artikel Berani Berubah.

Berawal dari mencari rutinitas di masa PSBB

Tommy Pratomo, seorang musisi ibu kota memiliki cerita menarik di masa pandemi. Sehari-hari, jadwalnya sangat padat dengan segudang aktivitas. Touring, manggung di acara festival musik, mengisi ragam acara TV, iklan, dan menjadi musisi inhouse di sejumlah bar Jakarta Selatan, adalah kesibukan harian yang dijalani oleh Tommy selama masa normal. Namun, sejak Maret 2020 lalu, tentu aktivitas tersebut harus berhenti akibat PSBB.

Saat dihubungi oleh Tim Fimela.com, Tommy bercerita mengenai aktivitasnya saat ini, ternyata berjualan makanan menjadi pilihannya, untuk mencari rutinitas baru dan membantu sesama.

"Sebenarnya jualan Tiramisu Uncle Imot awalnya untuk cari rutinitas aja, biar sibuk." Ungkapnya.

Namun ternyata, antusiasme teman-teman sangat tinggi akhirnya jualan Tiramisu berjalan lancar dan tanpa disangka menambah pundi-pundi, sekaligus bisa membantu teman-teman juga yang lagi ada di masa sulit.

Menjadi berkah untuk sesama

"Crew band, dan beberapa teman-teman gue perbantukan untuk project ini, lumayan lah, walau kecil-kecilan tapi bermanfaat buat orang lain juga. Apalagi banyak crew band dan teman-teman yang sekarang jadi terhambat kerjaannya, dengan adanya Uncle Imot, lumayan terbantu." Ujarnya.

Background pendidikan Tommy di bidang culinary, serta pernah memiliki sebuah restaurant di bilangan Kemang, membuat rasa masakan yang ia hadirkan tak perlu dipertanyakan lagi.

Terbukti, sejak berjualan kurang lebih 12 minggu, Tommy berhasil menjual 500 porsi Tiramisu dan 800 Quiche.

Tommy juga berbagi tips untuk berjualan di tengah pandemi saat ini, " jangan jualan hanya karena hype. Saat jualan makanan, pastikan konsistensi rasa, servis, konsistensi makanan, inovasi, dan jangan lupa keep on the roots, agar kita fokus pada produk yang dijual."

Tommy juga mengandalkan media sosial untuk berjualan Uncle Imot. Instagram, Facebook, E-Mail, Whatsapp, yang menurutnya menjadi media promosi mudah, murah, dan efektif, untuk saat ini. 

Akan terus membangun bisnisnya agar bisa tetap eksis

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Tommy Pratomo (@imotimot) on

Saat ditanya bagaimana ke depannya, Tommy berencana akan mencoba membangun sistem agar saat ia mulai sibuk nanti, Uncle Imot masih bisa tetap jalan. 

Tommy juga berpesan jika, "Bangun koneksi sebaik-baiknya agar brand kita bisa terus eksis." Ungkap Tommy, dan bagi yang sedang merintis, Tommy juga mengakatan, "jika jualan menjadi beban, lebih baik ngga usah dilanjutin." Ungkapnya. Jalani hal yang menjadi passion dan bikin kamu senang serta percaya diri, agar rasa yang dihadirkan juga bisa diperhitungkan. 

Bagi Sahabat Fimela yang penasaran dengan rasa dari Tiramisu dan Quiche Uncle Imot, cek langsung Instagramnya di @imotimot. Open PO setiap Rabu dan Jumat.  

#ChangeMaker

;
Loading