Sukses

Lifestyle

Suami Selingkuh saat Aku Sedang Hamil, Kuambil Keputusan Tegas

Fimela.com, Jakarta Angela dan Adam (bukan nama sebenarnya), pasangan ini bahagia saat akan segera mendapatkan momongan. Mereka sudah berusaha bertahun-tahun untuk memiliki anak. Ketika akhirnya Angela hamil, tak sabar rasanya untuk menyambut buah hati tercinta.

Sayangnya kebahagiaan itu hanya bertahan sebentar. Seperti yang diceritakan melalui laman herworld.com, saat Angela hamil delapan bulan, suaminya ketahuan berselingkuh. Kenyataan itu jelas sangat mengguncang perasaan Angela.

Suaminya Ketahuan Bersama Perempuan Lain

Meski Angela tahu bahwa berhubungan seks saat hamil masih aman, tapi intensitasnya berhubungan seks dengan suaminya menurun. Apalagi dengan kondisi kehamilannya, ia merasa semakin tidak menarik.

Angela merasa tidak nyaman bergerak. Mudah capek, kakinya bengkak, merasa sangat kembung, dan muncul banyak jerawat di wajahnya. Dia tak lagi mengenakan baju-baju yang cantik atau seksi. Lebih memilih untuk memilih baju longgar dan hampir setiap saat merasa buruk.

Beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir, seorang tetangga memberi tahu Angela bahwa ia melihat suami Angela di Johor Baru. Suaminya itu tampak berbelanja dengan seorang perempuan. Angela sempat mengatakan mungkin saja yang dilihat tetangganya itu bukan suaminya. Namun, tetangganya itu mengatakan lagi bahwa lebih dari sekali ia melihat Adam bersama seorang perempuan misterius. Saat tetangganya itu memperlihatkan foto Adam bersama perempuan lain, Angela langsung merasa lemas.

Awalnya Adam Mengelak

"Aku menangis dan begitu sedih sepanjang sisa hari itu. Saat Adam sampai rumah setelah kerja, aku bertanya apa yang ia lakukan di Johor Baru beberapa minggu lalu. Dia pura-pura tidak tahu apa yang sedang kubicarakan, lalu aku bilang padanya bahwa aku punya bukti foto dia sedang berbelanja dan makan di Johor Baru dengan perempuan lain," papar Angela.

Adam malah marah dan menuduh Angela menyewa penyidik pribadi untuk memata-matainya. Padahal yang memberi tahu Angela adalah tetangganya. Angela merasa marah sekaligus sedih.

"Dia bilang setelah tubuhku semakin besar dia tak lagi punya ketertarikan seksual terhadapku. Dia juga menuduhku menolak ajakan berhubungan intim. Dia merasa aku lebih peduli dengan bayi dalam kandungan daripada dia dan karena marah, dia bercinta dengan perempuan yang ia temui di sebuah bar. Dia mengatakan perempuan untuk membuatnya merasa 'senang' dan 'seperti pria'. Aku marah sekali. Pada saat itu, aku hanya ingin ia enyah dari hidupku, semakin cepat semakin baik," cerita Angela.

Memutuskan untuk Membesarkan Putrinya Sendiri

Karena mengalami stres emosional, Angela melahirkan lebih cepat dari HPL. Syukurlah bayinya yang berjenis kelamin perempuan lahir sehat dan selamat. Selama proses persalinan, Angela ditemani ibu dan saudarinya. Bahkan dia baru memberi tahu Adam soal kelahiran putrinya itu beberapa hari kemudian.

Sejak perselingkuhan itu terungkap, Angela dan Adam sudah tak lagi bicara. Angela meminta Adam untuk mengemas kopernya dan pindah kembali ke rumah orangtuanya. Adam sempat membawa keluarganya untuk mengunjungi putrinya. Orangtua Adam meminta Angela untuk menerima Adam kembali dan memperbaiki pernikahan. Namun, Angela menolak.

Angela memutuskan untuk bercerai. Dia merasa meski bisa memaafkan Adam, tapi setiap kali teringat fotonya bersama perempuan lain, dia merasa tetap saja hal itu bisa diterima begitu saja. Angela pun masih mengizinkan Adam untuk bertemu putrinya seminggu sekali. Meski Adam sudah berulang kali meminta untuk rujuk dan berjanji jadi suami yang lebih baik, Angela tetap kukuh pada keputusannya.

"Adam berulang kali memintaku menerimanya kembali, berjanji dia akan menjadi suami yang lebih baik. Aku tahu dia sungguh-sungguh tapi segalanya sudah berantakan. Aku mengenal diriku sendiri, dan aku tahu aku takkan bisa memercayainya lagi seumur hidupku. Bagaimana kita bisa tetap menikah dengan seseorang yang tak kita percaya?" tutur Angela.

Adam masih memberi bantuan finansial tapi Angela memutuskan untuk membesarkan putrinya sendiri. Meski tidak mudah membesarkan seorang anak sendiri tapi ini baginya lebih baik daripada dia harus tumbuh besar dengan ibu yang tidak memercayai ayahnya.

"Aku tak mau dia melihat orangtuanya bertengkar sepanjang hari karena sesuatu yang terjadi sebelum dia lahir," jelas Angela. Dengan membesarkan putrinya sendiri, Angela berharap bisa memperlihatkan pada putrinya bahwa seorang perempuan tak harus tetap bersama suami yang berselingkuh demi anak-anaknya.

 

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Resep Saus Takoyaki Simpel 3 Bahan Saja
Artikel Selanjutnya
5 Resep Hidangan Berbahan Dasar Jahe yang Enak, Wangi, dan Praktis