Sukses

Lifestyle

Terinfeksi Virus Corona Bersama, Pasangan Ini Buktikan Cinta Sejati Sampai Akhir Hayat

ringkasan

  • Simak kisah mengharukan pasangan yang bersama sampai akhir hayat
  • Keduanya meninggal selang beberapa menit setelah berjuang melawan virus corona

Fimela.com, Jakarta Virus corona yang menyebar di seluruh penjuru dunia menyisakan duka mendalam bagi pasangan, keluarga, maupun kerabat pasien. Ketika seseorang telah terinfeksi virus corona, ia harus berjuang sendirian di ruang perawatan.

Sementara pasangan maupun keluarga hanya mampu melihat mereka yang terinfeksi dari jauh. Tanpa tahu pasti apakah orang yang mereka sayangi bisa selamat dari virus mematikan ini.

Namun sekali lagi, virus corona membuktikan keberadaan cinta sejati yang bertahan hingga akhir hayat. Sebuah keluarga di Carolina Utara mengalami kisah mengharukan setelah sepasang suami istri meninggal hanya berselang beberapa menit setelah bertempur melawan virus corona satu bulan terakhir.

Johnny Lee Peoples berusia 67 tahun dan Cathy Darlene Peoples berusia 65 tahun meninggal akibat virus corona pada 2 September 2020 di Novant Health Rowan Regional Medical Center di Salisbury. Pasangan ini telah berjuang dengan virus corona selama 30 hari.

 

Bersama hingga akhir hayat

Di sisa akhir hidup mereka, pasangan ini ditempatkan di sebuah ruangan bersama untuk perpisahan terakhir. Kondisi keduanya menjadi lebih buruk membuat tenaga medis memutuskan untuk menempatkan mereka di ruang yang sama dan mereka saling berpegangan tangan.

Para perawat pun berkumpul di ruangan tersebut sebelum akhirnya mereka menemui ajalnya masing-masing. Keduanya meninggal setelah berselang empat menit satu sama lain.

"Mereka menikah selama 48 tahun, telah bersama selama 50 tahun, mereka berjalan bergandung tangan selama 50 tahun itu," kata Shane Peoples, anak dari pasangan ini.

Pasangan sehidup semati ini merupakakan penduduk asli Carolina Utara. Johnny adalah seorang sersan di Angkatan Udara Ameria Serikat dan bekerja untuk Departemen Koreksi NC. Sementara Cathy merupakan seorang asisten guru di Akademi Salisbury dan teknisi lab di LapCorp.

Johnny sendiri dikenal sebagai pria yang suka olahraga sejak muda dan bermain musik. Sementara minat Cathy justru lebih suka membuat kerajinan, mendengarkan musik, dan bermain kartu.

 

Peringatan betapa bahayanya virus corona

Meski memiliki minat yang tidak sepenuhnya sama, pasangan ini kerap menghabiskan waktu bersama dengan memancing untuk menikmati waktu berkualitas bersama teman dan keluarga. Namun kebiasaan manis ini tidak lagi dapat dilakukan setelah virus corona merenggut nyawa pasangan ini.

"Mereka berdua sangat mencintai keluarga mereka dan melakukan apa saja dan segala sesuatu yang mereka bisa lakukan untuk mereka. Aku punya orangtua yang sangat luar biasa," ungkap Shane.

Apa yang terjadi pada orangtua Shane menggambarkan betapa mengerikannya virus corona. Terutama bagi mereka yang telah lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan. Dalam unggahannya, Shane mengajak semua orang untuk memakai masker, mencuci tangan, dan melakukan social distancing selama pandemi ini berlangsung.

"Dekatkan keluargamu. Perlakukan setiap momen dengan mereka seperti itu menjadi saat terakhir kam. Cintai dan teruslah mencintai," tutup Shane.

Simak video berikut ini

#changemaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Faktanya, Berdasarkan Survei Hanya 20% Karyawan di Inggris yang Memprioritaskan Makan Siang
Artikel Selanjutnya
Caraku Menjaga Kestabilan Keuangan di Tengah Pandemi sebagai Ibu Rumah Tangga