Sukses

Lifestyle

Kulepas Karier setelah Menikah, Pahitnya Hidupku Ternyata Suami Utangnya Banyak

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Meli

Sebut saja saya Meli, saya menikah di usia cukup dewasa, yaitu 27 tahun. Waktu itu karier saya sedang berada di posisi sangat baik. Saya bekerja sebagai dosen di universitas di Lampung dan memiliki jabatan yang cukup tinggi di universitas tersebut dengan gaji yang tinggi bahkan saya diberi beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2.

Tapi waktu itu di antara tingginya pencapaian dalam bekerja saya sudah harus memikirkan untuk menikah, saya memiliki kekasih sebut saja Aldi. Dia seorang PNS yang bekerja di kabupaten yang cukup jauh dari rumahnya apalagi dari rumah orangtua saya kurang lebih 6 jam perjalanan.

Setelah kami menikah kami memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah yang tak jauh dari tempat Aldi bekerja, dengan konsekuensi saya harus berhenti bekerja karena harus ikut Aldi di mana pun ia berada. Dan saya memilih berhenti bekerja terlebih saya sedang mengandung anak pertama kami, saya hanya berpikir bagaimana caranya manjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak saya.

Tapi semua tak semudah yang dibayangkan, dengan gaji suami yang pas-pasan waktu itu kami harus mengeluarkan biaya mengontrak rumah, biaya hidup sehari-hari bahkan harus membayar sejumlah utang suami yang saya sendiri tidak tahu untuk apa. Saya pun merasa utang suami adalah utang istri dengan niat tidak ingin suami pusing yang nantinya akan berdampak pada hubungan kami dan saya malu pada keluarga besar saya apabila mereka tahu keadaan saya setelah menikah 180 derajat berbeda.

Apalagi terkadang Aldi sering main tangan. Apa yang akan saya jawab kepada orang tua saya bila mereka tahu keadaan rumah tangga saya yang sebenarnya? Dan ini saya pendam sendiri.

 

Suamiku Punya Banyak Utang dan Suka Main Tangan

Pernah sekali waktu saya ceritakan kepada mertua saya apa yang menimpa kami. Jawabannya hanya, "Masa kami harus membayar utang Aldi terus, dan apa pun yang dilakukan Aldi padamu jangan pernah kamu ceritakan kepada siapa pun termasuk orangtuamu karena membuka aib suami adalah dosa." Emas dan tabungan hasilku bekerja selama ini habis untuk keperluan rumah tangga sehari-hari dan untuk membayar utang suami. Nasi sudah menjadi bubur. Saya hanya bisa diam dan menghela napas.

Saya putus asa. Sungguh saya ingin menyemangati diri karena waktu itu saya sudah hamil tua dan akan melahirkan. saya tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pada bayiku. Mendekati persalinan tidak ada tabungan, bahkan untuk membeli pakaian bayi pun saya harus menabung dari uang pemberian orangtusaya.

Sedih dan saya menangis memikirkannya. Sampai-sampai pada saat anak saya lahir saya harus meminta uang kepada orangtua saya untuk menebus bayi tersebut dari rumah sakit.

Salam pernikahan memang dibutuhkan cinta tapi uang adalah "gulanya". Saya sudah pernah merasakan pahitnya masa itu. Bohong kalau ada yang mengatakan dalam membangun pernikahan cukup dengan cinta. Ternyata lebih dari itu.

#ChangeMaker

;
Loading